UTBK UNESA Hari Kedua, Beberapa Peserta Datang Menerjang Hujan

UTBK UNESA Hari Kedua, Beberapa Peserta Datang Menerjang Hujan

UTBK UNESA Hari Kedua, Beberapa Peserta Datang Menerjang Hujan
UTBK UNESA Hari Kedua, Beberapa Peserta Datang Menerjang Hujan

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama resmi dimulai serentak secara nasional pada Sabtu,13 April kemarin oleh seluruh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) termasuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pelaksanaan tes hari kedua yang diikuti oleh 3000 peserta berlangsung dengan baik, diakui oleh Prof Bambang Yulianto, M.Pd, Wakil Rektor Bidang Akademik Unesa selaku penanggung jawab tes.

Pengalaman ikut UTBK tersebut menyisakan beberapa sisi lain seperti yang dialami Reza, salah satu peserta.

Peserta sesi ketiga di kampus Lidah ini datang dengan kondisi basah kuyup. Surabaya memang diguyur hujan deras Minggu siang sehingga beberapa peserta terlihat basah karena kehujanan.
Baca Juga:

Software NVDA untuk Peserta UTBK Disabilitas
Inilah Jumlah Pendaftar SNMPTN di Unair, ITS, dan Unesa
Kontes Robot Terbang, Unesa Sukses Tuan Rumah dan Desain Terbaik
Konjen Tiongkok Surabaya: Ayo Tingkatkan Kerjasama di Hari Jadi ke-8 Pusat Bahasa Mandarin Unesa!

Namun, kondisi tersebut tak mengurangi tekad Reza dan peserta lain untuk terus mengikuti tes. Slamet Setiawan, P.hd, ketua panitia UTBK Unesa, mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para peserta. “Kami kagum dengan kesungguhan mereka, semoga para peserta mendapat hasil terbaik,” terangnya, Minggu (14/4/2019).

Slamet sekaligus berpesan kepada para peserta pada sesi selanjutnya untuk mempersiapkan diri dengan

baik menghadapi tes. Menurutnya, persiapan tes tak hanya soal akademik tetapi juga soal teknis lain. “Peserta harus siap tidak hanya dengan belajar, tetapi juga dalam proses menuju lokasi tes, jangan lupa untuk mengecek semua kelengkapan, datang lebih awal serta memperhatikan kondisi cuaca dan jalan,” terangnya.

Sementara itu cerita lain datang dari upaya panitia menyelenggarakan tes melalui pemanfaaatan ragam

teknologi. Di Unesa lidah, seluruh pelaksanaan tes dipantau melalui kamera CCTV dan dapat dilihat bersamaan di ruang kontrol. Selain di Unesa, pola serupa dilaksanakan di SMK 1 Surabaya sebagai salah satu mitra. Sementara itu, di lokasi mitra yang lain, di Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya (UNUSA), peserta harus melewati pemindai besi atau metal detector untuk menghindari beragam risiko seperti praktik perjokian.

Slamet mengakui pemanfaatan ragam teknologi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya penyelanggaraan tes yang berkualitas. Menurutnya, pemantauan dan pengawasan tersebut tidak untuk membuat peserta merasa tegang tetapi justru untuk menciptakan suasana yang kondusif.

 

Sumber :

https://justpaste.it/weddinginvitation