UNITED NATIONS (UN) MODEL

UNITED NATIONS (UN) MODEL

UNITED NATIONS (UN) MODEL
UNITED NATIONS (UN) MODEL

Model perjanjian penghindaran pajak berganda yang dikembangkan oleh OECD lebih memberikan prioritas hak pemajakan kepada negara-negara maju atas penghasilan yang diperoleh dari transaksi lintas batas negara. Hal ini tidak mengherankan karena negara-negara merupakan tempat asalnya modal, teknologi dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, mereka berkeinginan agar sebagian besar hak pemajakan diberikan kepada negara mereka atau negara di mana modal, teknologi, dan sumber daya manusia tersebut berasal.

Di lain pihak, negara berkembang, sebagai negara tempat tujuan investasi modal, teknologi, dan sumber daya manusia menjalankan kegiatan bisnisnya tentu sangat dirugikan kalau hanya diberikan sebagian kecil hak pemajakan. Untuk itu, dalam rangka untuk memberikan hak pemajakan yang lebih besar lagi kepada negara-negara berkembang, pada tahun 1968, Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) mendirikan  Ad Hoc Group of Experts on Tax Treaties between Developed and Developing Countries untuk membuat model perjanjian penghindaran pajak berganda yang lebih memihak negara-negara berkembang. Sejak tahun 1980, Ad Hoc Group tersebut dikenal dengan nama Ad Hoc Group of Experts on International Cooperation in Tax Matters.

Sebagai tindak lanjut dari dibentuknya Ad Hoc tersebut, pada tahun 1980 diterbitkanlah model perjanjian pernghindaran pajak berganda antara negara maju dan negara berkembang untuk pertama kalinya (UN Model). UN Model yang diterbitkan di tahun 1980 tersebut sebagian besar mengikuti OECD Model tahun 1977. Walaupun UN Model mengikuti OECD Model, tetapi dalam pasal-pasal UN Model, hak pemajakan lebih banyak diberikan kepada negara berkembang atau negara-negara tempat tujuan investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (negara sumber).

Dalam rangka untuk mengantisipasi perkembangan perekonomian dan permasalahan hukum pajak yang semakin kompleks, OECD secara terus menerus memperbarui model perjanjian yang telah mereka buat. Tidak seperti OECD model, UN Model hanya baru sekali melakukan penyesuaian yaitu pada tahun 2001.

Diluar OECD Model dan UN Model, terdapat pula model perjanjian penghindaran pajak berganda yang didasarkan atas pengelompokan sebagai berikut:
1. Berdasarkan kepentingan suatu negara
Misalnya US Model (diterbitkan di tahun 1996 dan diperbarui terakhir kali pada tanggal 15 November 2006) dan beberapa negara lainnya seperti Malaysia (2000), Meksiko (2000), dan Peru (2001);
2. Berdasarkan kawasan negara tertentu (multilateral treaty)
Misalnya Nordic Multilateral Income and Capital Tax Convention (Nordic Convention) yang terdiri atas Denmark, Finlandia, Eslandia, Norwegia, dan Swedia. Nordic Convention ini ditandatangani di Helsinki pada tanggal 23 September 1996 dan diberlakukan secara efektif (effective date) pada 1 Januari 1998. Contoh lain, yaitu Caricom Agreement (1994)   yang terdiri dari negara-negara sebagai berikut: Antigua dan Babuda, Belize, Dominika, Grenada, Guyana, Jamaika, Montserrat, St. Kitts dan Nevis, St. Lucia, St. Vincent dan Grenadines, serta Trinidad dan Tobago. Hal yang menarik dalam model Caricom ini adalah seluruh hak pemajakan diberikan secara eksklusif hanya kepada negara sumber;
3. Berdasarkan Formula yang dikembangkan dalam model perjanjian
Misalnya perjanjian pemajakan atas penghasilan dari pengoperasian pesawat terbang dalam lalu lintas internasional dan perjanjian atas bantuan administrasi (Administrative Assistance Convention).

 

Sumber : https://intergalactictravelbureau.com/