ULKUS PEPTIKUM

ULKUS PEPTIKUM

     Adalah luka berbentuk bulat atau oval yang terjadi karena lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum) telah termakan oleh asam lambung dan getah pencernaan.

  • Keluhan : Secara periodik (kejang, nyeri ditusuk pada epigastrum, lama bervariasi, tergantung pada makanan)
  • Faktor pemicu : Perokok, minuman beralkohol, kopi, dan makan tidak teratur, penggunaan analgetika perifer, stress.
  • Tujuan Pengobatan ulkus peptikum: Menghilangkan rasa nyeri, mempercepat penyembuhan tukak, mencegah terjadinya komplikasi, dan menghambat kambuhnya penyakit.
  • Obat-obat Ulkus :

–     Antasida, Antihistaminika H2 (Simetidin dan Ranitidin), Parasimpatolitika (Atropin) Sukralfat, Omeprazol dan turunannya.

–       Antasida (menetralkan kelebihan asam lambung

–       Simetidin/Ranitidin : Menghambat histamine, agar produksi asam lambung berhenti

–       Atropin/papaverin : menekan peristaltic usus, agar tidak mulas

–   Sucralfate atau aluminium sucrose sulfate berperan menutup jaringan luka/ulkus, sehingga terhalang dari asam lambung dan, pepsin.

–       Omeprazole, lansoprazole,dan pantoprazole.yang efektif untuk pengobatan jangka pendek (4 – 8 minggu) dari ulkus peptikum.

  1. ANTI DIARE,

       Diare adalah pengeluaran feses cair atau seperti bubur, berulang kali (> 3 kali sehari).  Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus. Berdasarkan patogenetika, mekanisme penyebab diare :

–       Kurangnya absorpsi zat osmotik dari lumen usus

–       Meningkatnya sekresi elektrolit dan air kedalam lumen usus

–       Naiknya permeabilitas mukosa usus dan Terganggunya motilitas usus

–       60-70 %, diare  disebabkan oleh virus,dsb,  30-40 % saja disebabkan oleh mikroba (bakteri, amuba, dsb), sehingga diare dikatagorikan spesifik dan non spesifik

–       Diare spesifik, disebabkan oleh infeksi mikroba (bakteri atau amuba), diberikan anti mikroba (antibiotika c/ Kotrimoksazol, dan anti-amuba c/ Metronidazol)

  • Untuk mencegah dehidrasi karena kehilangan keseimbangan elektrolit/  cairan tubuh, maka wajib diberikan Oralit (oral) atau cairan  infus. Karena gangguan keseimbangan elektrolit/dehidrasi dapat menimbulkan resiko kematian .
  • Obat diare  lain : adsorben / mengentalkan cairan feses c/ kaolin, attapulgit, bila mual diberi antasida, dan untuk memperbaiki pencernaannya agar 2-3 bulan kedepan tidak kena diare sering diberikan Zink reversible yang diberikan terus menerus selama 10 hari, sehari 20 mg untuk dewasa, dan anak-anak dosisnya disesuaikan BB.nya.

     Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus, rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :

  • infeksi oleh bakteri patogen misalnya bakteri colie
  • infeksi oleh kuman thypus (kadang-kadang) dan kolera
  • infeksi oleh virus misalnya influenza perut dan “travellers diarre”
  • akibat dari penyakit cacing (cacing gelang, cacing pita)
  • keracunan makanan atau minuman
  • gangguan gizi
  • pengaruh enzym tertentu
  • pengaruh saraf (terkejut, takut dan sebagainya)
  • Diare juga dapat merupakan salah satu gejala pen

 

Sumber :

https://finbarroreilly.com/