Tujuan Asesmen

Tujuan Asesmen

            Untuk mengetahui tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan asesmen berikut adalah tujuan asesmen yang dikemukakan oleh Marit houm (2004 : 10) tentang tujuan asesmen adalah sebagai berikut :

–          menemukan jenis gangguan apakah siswa memiliki gangguan dalam bidang akademik, atau ada gangguan lain yang menyertainya.

–          Menganalisis pekerjaan siswa. Maksudnya adalah hasil yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang mengalami gangguan, cara kerja, keterampilan, pemahaman, inisiatif merefleksikan kemampuan.

–          Menganalisis bagaimana cara siswa bekerja. Maksudnya urutan prosedur, cara memecahkan masalah, memecahkan soal, hubungan social, interaksi dengan lingkungan.

–          Menganalisis penyebabnya. Maksudnya apakah gangguan dialami waktu pranatal, saat lahir atau setelah lahir, pada usia berapa tahun, apakah bidang abstraksi, kognitif, memori, persepsi atau ada penyebab lainnya.

–          Memformulasikan hipotesis, memberikan kesimpulan, bagaimana siswa bekerja, masalah-masalah yang dialami siswa, termasuk cara kerja siswa.

–          Mengembangkan rencana intervensi. Menyusun rencana pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan rekomendasi atau tindak lanjut layanan.

  1. Ruang Lingkup Asesmen

            Marit Houm mengemukakan bahwa dalam melaksanakan asesmen melalui dua cara terpadu yaitu :

  1. Diagnosis etiologik yang termasuk seluruh aspek penyebab dari asesmen dan
  2. Diagnosis fungsional yaitu : suatu pandangan psikologis pada level mana kemampuan siswa.

Untuk memperoleh data tersebut dapat diperoleh antara lain melalui tes yang dibuat oleh guru tes dalam buku, tes yang distandarisasi observasi sistematik. Tes yang dibuat guru adalah yang terbaik untuk anak, karena guru mengetahui berbagai kemampuan yang telah dimiliki anak.

Static Assement Procedure ( SAP) konvensional / tradisional

Aspek yang telah ada pada diri anak, atau sesuatu yang telah diperoleh, yaitu saat ini kebelakang, Marit Houm (2003 : 49).

  1. Assesment Curicullum Based  : aspek-aspek ketercapaian kurikulum (akademik), membaca, menulis, berhitung.
  2. Development Base  Asessment : identifikasi terhadap perkembangan artinya perkembangan apa yang akan dikembangkan sesuai dengan tahapan kognitif individu anak.

sumber :