Tips Budidaya Karet Unggul

Tips Budidaya Karet Unggul

Tips Budidaya Karet Unggul
Tips Budidaya Karet Unggul

Pohon karet para pertamakali tumbuh di negara Amerika selatan, Namun, Setelah percobaan Berkali-kali oleh (Henry Wickham). Pohon ini berhasil di kembangkan dan berkembang di Asia tenggara, Dimana pada saat ini tanaman ini banyak di kembangkan, Dan saat ini Asia merupakan sumber karet alami. Lebih dari setengah karet yang di pergunakan pada saat ini adalah (Sintetik). Tetapi beberapa juta Ton karet alami masih di produksi pada setiap tahun. Dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa Industri termasuk (Otomotif dan Militer).

Pendahuluan

Tujuan utama pasaran karet (hevea brasiliensis) Indonesia adalah ekspor. Dan di pasaran Internasional (Perdagangan Bebas) Produk karet Indonesia Menghadapi persaingan Ketat.

  • Syarat Pertumbuhan
  • – Suhu udara (240C – 280C)
  • – Curah hujan (1.500 – 2.000 mm/Tahun)
  • – Penyinaran matahari antara (5-7 Jam/Hari)
  • – Kelembaban Tinggi.
  • – Kondisi tanah subur, Dapat meneruskan air dan tidak berpadas.
  • – Tanah Ber-pH 5-6 (Batas toleransi 3-8).
  • – Ketinggian lahan (200 m dpl).

Pedoman Teknis Budidaya

  • Persemaian perkecambahan.
  • Benih di semai di bedengan dengan lebar (1-1,2 m) Panjang sesuai tempat.
  • Tebarkaqn natural Glio yang telah terlebih dahulu di kembang biakkan dalam pupuk kandang (1 mg).
  • Bedengan di naungi Jerami/Daun Setinggi (1 m) di sisi timur Dan (80 cm) Di sisi baarat.
  • Benih di rendam (POC NASA) Selama (3-6 Jam) – (1 Tutup/Liter air).
  • Benih di semaikan lansung di siram larutan POC NASA (0,5 Tutup/Liter Air).
  • Jarak tanaman benih (1-2 cm).
  • Siram benih secara teratur, Dan benih yang normal akan berkecambah pada (10-14 hss) Kemudian di pindahkan ketempat persemaian Bibit.

Persemaian Bibit

  • Tanah di cangkul sedalam (60-75 cm) Kemudian dihaluskan dan di ratakan.
  • Buat bedengan setinggi (20 cm) Dan parit antar bedengan sedalam (50 cm).
  • Benih yang berkecambah di tanam dengan jarak (40x40x60 cm) Untuk akulasi coklat dan (20x20x60) Untuk akulasi hijau.
  • Penyiraman di lakukan secara teratur.
  • Pemupukan :
  • Pupuk Makro : (Di Berikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCI Perpohon. LCB 1320 : 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCI Perpohon. POC NASA : 2-3 cc/Liter air perbibit di siramkan (1-2 Minggu sekali).

Pembuatan Kebun Entres

  • Cara penanaman dan pemeliharaan sama seperti menanam Bibit okulasi.
  • Bibit yang di gunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
  • Jarak tanam (1,0 m x 1,0 m).
  • Pemupukan :
  • Pupuk Makro : (Di berikan 3 bulan sekali).
  • Tahun pertama : (10 gr urea, 10 gr TSP, dan 10 gr KCI/Pohon).
  • Tahun kedua : (15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCI/Pohon).
  • POC NASA : 2-3 cc/Liter air perbibitdi siramkan 1-2 minggu sekali.

Okulasi, okulasi ada dua macam, Seperti, Okulasi coklat, dan Okulasi hijau.

Keteranganya : Okulasi coklat, Dan Okulasi hijau. Umur batang bawah (9-18 bulan) Dan 3-8 bulan diameter batang 10 cm dari tanah 2 cm. 1-1,5 cm kKayu akulasi,Dari kebun entres,Warna hijau tua dan coklat,diameter 1,5 – 3 cm.

Dari kebun Entres umur 1-3 Bulan, Warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 Payung.

  • Teknik Okulasi : Keduanya Sama saja
  • Buat jendela Okulasi Sepanjang (5-7 cm, Dan lebar 1-2 cm).
  • Persiapkan mata Okulasi.
  • Pisahkan kayu dari kulit (Perisai).
  • Masukkan perisai kedalam Jendela.
  • Membalut, Gunakan pita plastik / rafia tebal 0,04 mm.
  • Setelah 3 minggu, Pembalut di buka, Jika Pesriasi sedikit masih hijau segar,Maka Okulasi berhasil. Di ulangi 1-2 minggu kemudian.
  • Apabila bibit akan di pindahkan di potong miring batang bawah 10 cm diatas Okulasi.
  • Bibit Okulasi yang di pindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini,dan bibit polibag.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id