Tipe Peralihan Pada Persebaran Fauna Di Indonesia

Tipe Peralihan Pada Persebaran Fauna Di Indonesia

Tipe Peralihan Pada Persebaran Fauna Di Indonesia
Tipe Peralihan Pada Persebaran Fauna Di Indonesia

Fauna tipe peralihan menempati wilayah Wallacea yang meliputi Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, dan beberapa pulau kecil di perairan laut dalam. Dari segi jenis dan jumlah, boleh jadi fauna tipe ini tidak sebanyak fauna tipe Asia maupun Australia.

Namun, beberapa fauna tipe Asia dan Australia terdapat di kawasan ini. Di kawasan ini pula terdapat fauna yang tidak terdapat di kawasan lain di dunia. Beberapa fauna tipe peralihan kini terancam kepunahan karena habitatnya rusak dan banyak diburu untuk diperdagangkan.

Beberapa yang terancam kepunahan sebagai berikut.

1) Anoa

Anoa adalah jenis kerbau tetapi kerdil. Binatang ini sangat pemalu sehingga jarang terlihat. Anoa dibedakan menjadi dua, yaitu anoa dataran rendah (Bubalus depresicornis) dan anoa gunung (Bubalus quarlesi). Fauna ini adalah jenis endemi di Sulawesi. Fauna ini jumlahnya tinggal sedikit karena diburu untuk dagingnya.

2) Babi Rusa

Babi rusa (Babyrousa babyrussa) berbeda dengan babi hutan tipe Asia dan babi mana pun di dunia. Perbedaannya terletak pada taringnya. Taring babi rusa mencuat hingga menyerupai tanduk dan memiliki cula yang melengkung ke atas. Fauna ini termasuk endemi juga di Sulawesi. Keberadaannya terancam karena terus diburu untuk diambil daging, taring, dan culanya.

3) Krabuku

Binatang ini sangat aneh karena sangat kecil. Berat badannya hanya 120 gram sehingga menjadikannya primata terkecil di dunia. Krabuku (Tarsius spectrum) lebih mirip kuskus daripada kera. Namun, ia lebih berkerabat dengan kera tipe Asia daripada kuskus tipe Australia. Kepalanya mirip burung hantu hingga disebut juga kera hantu. Binatang ini juga diburu untuk diperdagangkan sebagai binatang peliharaan.

4) Rangkong Sulawesi

Rangkong sulawesi ( Aceros cassidix) dan ( Penelopidus exarhatus) hanya terdapat di Sulawesi. Sesuai namanya, burung ini berkerabat dekat dengan rangkong tipe Asia. Burung ini sangat unik karena umurnya dapat diketahui dari garis-garis di paruhnya. Semakin banyak garis yang terdapat di paruhnya, semakin tua juga umur burung ini. Satu garis pada paruh sama dengan satu tahun. Karena inilah, rangkong juga sering disebut sebagai burung tahunan. Jenis rangkong lain yang terdapat di kawasan Wallacea adalah  Accros evereti yang merupakan endemi di Pulau Sumba. Sama dengan kerabatnya di kawasan tipe Asia, burung ini sangat terancam kelestariannya. Paruhnya yang besar menjadi daya tarik burung ini untuk diburu. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

5) Maleo

Maleo (Macrocephalon maleo) adalah fauna yang sangat aneh dalam perkembangbiakan. Fauna yang termasuk keluarga burung seperti ayam ini menetaskan telur dengan cara mengubur di tumpukan daun atau pasir yang hangat. Setelah menetas, anak burung ini keluar sendiri dari tumpukan daun atau timbunan pasir. Fauna ini hanya terdapat di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya. Burung yang aneh ini sangat terancam kelestariannya karena banyak diburu. Karena itulah, maleo termasuk satwa yang dilindungi.

6) Komodo

Komodo ( Varanus komodensis ) merupakan binatang purba yang masih hidup. Fauna ini telah lama mengagumkan para ilmuwan karena hanya terdapat di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di dekatnya. Mulut kadal raksasa ini mengandung bakteri mematikan sebagai senjata. Penciumannya sangat tajam untuk mendeteksi mangsa. Kukunya sangat kuat hingga ia bisa berlari dengan kecepatan 18 km/jam. Karena persebarannya yang terbatas, fauna ini sangat dilindungi.