Terdakwa Kasus Sisca Yofie Nilai Dakwaan Jaksa Tak Cermat

Terdakwa Kasus Sisca Yofie Nilai Dakwaan Jaksa Tak Cermat

Terdakwa Kasus Sisca Yofie Nilai Dakwaan Jaksa Tak Cermat
Terdakwa Kasus Sisca Yofie Nilai Dakwaan Jaksa Tak Cermat

Baban Gandapurnama – detikNews

Bandung – Wawan alias Awing dan Ade Ismayadi alias Epul bergantian duduk di kursi terdakwa dalam sidang lanjutan kasus pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan kematian Sisca Yofie. Dalam sidang agenda pembacaan eksepsi, pengacara kedua terdakwa menolak dakwaan yang diterapkan jaksa penuntut umum (JPU).

Persidangan digelar di ruang VI Pengadilan Negeri (PN) Bandung

Jalan Martadinata, Senin (9/12/2013). Empat pengacara kedua terdakwa bergantian membacakan eksepsi di hadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Parulian Lumban Toruan dengan Hakim Anggota Parlas Nababan dan Marudut Bakara.

Sidang ini dijadikan dua berkas perkara.

Wawan lebih awal mengikuti sidang, disusul kemudian Ade. Intinya pengacara kedua terdakwa menyoroti pasal-pasal yang diterapkan oleh JPU. Sidang pekan lalu, Wawan dan Ade didakwa dengan dakwaan kumulatif dimana untuk dakwaan kesatu mereka diancam dengan Pasal 365 ayat (2) ke-2e dan ayat (4) KUHP. Untuk dakwaan kedua primair, keduanya diancam dengan Pasal 339 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP serta dakwaan kedua subsidair sebagaimana dalam Pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Penuntut umum tidak cermat dan tidak teliti.

Jaksa melakukan kelalaian dalam penerapan pasal dakwaan,” jelas Dadang Sukmawijaya, pengacara kedua terdakwa, sewaktu membacakan eksepsi.

Menurut Dadang, pasal yang didakwakan kepada Wawan dan Ade oleh JPU sangat berbeda sewaktu proses penyidikan di Satreskrim Polrestabes Bandung. Penyidik kepolisian yang menangani perkara ini menerapkan Pasal 365 ayat 4 dan Pasal 338 KUH Pidanan. Namun ada perbedaan dan penambahan pasal yang diterapkan JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.

Dadang memprotes dan mempertanyakan kenapa JPU memunculkan ayat (2) ke-2e dalam Pasal 365 KUH Pidana, lalu menambah dakwaan dengan Pasal 339 KUH Pidana jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana, serta dakwaan kedua subsidair sebagaimana dalam Pasal 338 KUH Pidana jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana. “Pasal 339 dan Pasal 55 itu sebelumnya tidak ada dalam penyidikan di kepolisian,” kata Dadang.

Pengacara kedua terdakwa meminta majelis hakim menerima eksepsi tersebut. “Dakwaan penuntut umum harus ditolak dan batal demi hukum,” jelas Dadang.

JPU Rinaldi Umar meminta waktu satu minggu untuk menanggapi eksepsi dari kedua terdakwa. “Kami akan tanggapi,” jelas Rinaldi singkat kepada hakim.

Sidang lanjutan kembali digelar pada Kamis 12 Desember dengan agenda tanggapan JPU terhadap eksepsi kedua terdakwa.

Baca Juga :