Susu Sapi

 Susu Sapi

Susu  segar  merupakan  cairan  yang berasal  dari  ambing  sapi  sehat  dan  bersih, yang  diperoleh  dengan  cara  pemerahan yang benar, yang kandungan alaminya tidak dikurangi  atau  tidak  ditambah  sesuatu apapun  dan  belum  mendapat  perlakuan apapun  kecuali  pendinginan.  Susu mempunyai  nilai  gizi  yang  tinggi,  karena mengandung  unsur-unsur  kimia  yang dibutuhkan  oleh  tubuh  seperti  protein  dan emak  yang  tinggi.  Penyusun  utama  susu adalah air (87,9 %), protein (3,5 %),  lemak (3,5- 4,2 %), vitamin dan mineral (0,85 %). Komponen susu ini merupakan sebuah kisaran yang dapat berubah sesuai dengan faktor usia ternak, penyimpanan bahan, dan pengolahan bahan menjadi produk olahan.Nilai  pH  susu  antara  6,5  sampai  6,6 merupakan  kondisi  yang  sangat menguntungkan  bagi  mikroorganisme karena  pH  mendekati  netral  (pH  6,5-7,5) paling  baik  untuk  pertumbuhan  bakteri sehingga  susu  akan mudah  rusak  (Firmansyah,2004).

Susu mengandung bermacam-macam unsuredan sebagian besar terdiri dari zat makanan yang juga diperlukan bagi pertumbuhan bakteri. Oleh karenanya pertumbuhan bakteri dalam susu sangat cepat, pada suhu yang sesuai. Jenis-jenis Micrococcus dan Corybacterium sering terdapat dalam susu yang baru diambil. Pencemaran berikutnya timbul dari sapi, alat-alat pemerahan yang kurang bersih dan tempat-tempat penyimpanan yang kurang bersih, debu, udara, lalat dan penanganan oleh manusia(Buckle, et. al., 2005).

2.2  Uji rebus (boiling test)

Uji masak merupakan uji kualitas susu dengan memasak susu atau mendidihkan susu. Uji bernilai positif jika terdapat butir-butir protein kareana pH tinggi, susu mulai pecah, terdapat kolostrum, dan dari susu sapi yang hampir kering, menyatakan bahwa beberapa jenis bakteri dapat melakukan fermentasi pada susu sehingga merubah laktosa menjadi asam laktat sehingga susu tersebut mengalami penggumpalan jika masih menyatu dan homogen maka susu tersebut baik dan layak untuk dikonsumsi (Sudarwanto,2005).

2.3  Uji Alkohol

Uji alkohol dilakukan untuk mengetahui adanya susu yang rusak, apabila terdapat butir–butir susu pada dinding tabung menunjukkan susu tersebut positif telah rusak. Susu segar yang berkualitas baik tidak akan pecah atau menggumpal bila dipanaskan atau dididihkan. Sebaliknya, susu yang bermutu jelek akan mengalami penggumpalan bila dipanaskan. Hal itu terjadi karena adanya asam yang dihasilkan oleh mikroba dari peruraian laktosa. Asam tersebut mengakibatkan protein susu mudah mengalami denaturasi dan penggumpalan bila dilakukan pemanasan. Jadi, susu yang telah banyak ditumbuhi mikroba akan menjadi asam dan mudah pecah bila dipanaskan (Soriah,2010).

sumber :
https://sel.co.id/gb-whatsapp-apk/