“Smart Tren Ramadan” di SMKN 12 Bandung Usung Tema Peningkatan Iman dan Takwa

“Smart Tren Ramadan” di SMKN 12 Bandung Usung Tema Peningkatan Iman dan Takwa

Smart Tren Ramadan di SMKN 12 Bandung Usung Tema Peningkatan Iman dan Takwa
Smart Tren Ramadan di SMKN 12 Bandung Usung Tema Peningkatan Iman dan Takwa

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 12 Bandung menggelar “Smart Tren Ramadan” di lingkungan SMKN 12 Bandung, Jln. Pajajaran No. 92, Kota Bandung, Senin (27/5/2019). Kegiatan yang diikuti siswa kelas X dan XI tersebut, mengusung tema Peningkatan Iman dan Takwa yang diimplementasikan melalui pendidikan karakter.

Kepala SMKN 12 Bandung, Slamet Heryadi mengatakan, fokus kegiatan tersebut yaitu meningkatkan

pendidikan karakter siswa melalui pembiasaan. “Pembiasaan yang dilakukan, di antaranya salat Zuhur berjamaah, melafalkan Asmaul Husna, dan rangkaian kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.

Slamet memaparkan, pelaksanaan Smart Tren di sekolahnya ini diadakan secara mandiri. “Ada tiga konsep yang ditawarkan, yakni membawa siswa belajar di luar sekolah, mendatangkan mubalig ke sekolah atau melaksanakannya secara mandiri. Kita ambil opsi terakhir guna memberdayakan guru pendidikan agama Islam di sekolah,” tuturnya.

Melalui momentum bulan Ramadan, ia berharap karakter budi pekerti dan akhlakul kharimah siswa

meningkat dan semakin baik. “Sebagai pendidik, kita harus mengarahkan semangat besar yang dimiliki siswa ke arah yang positif,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Slamet, dalam momentum tersebut, sekolahnya pun melaksanakan pembinaan kerohanian kepada siswa beragama Kristen. “Semuanya diupayakan guna mewujudkan tujuan pendidikan Jawa Barat, yakni Jabar Masagi. Siswa memiliki akhlak, mental, dan kompetensi yang baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara, Sobar Arial Yoto mengatakan, kegiatan Smart Tren Ramadan yang

dilaksanakan selama tiga hari mulai 27-29 Mei 2019 ini terdiri dari beberapa rangkaian acara. “Setelah mengikuti salat Duha berjamaah, berzikir, dan membaca Alquran di masjid, seluruh siswa dibagi menjadi lima kelas untuk menerima pembelajaran agama Islam,” tuturnya.

Pembelajaran tersebut, tambahnya, terbagi menjadi beberapa materi yang berbeda, yakni fikih, akidah akhlak, dan Alquran hadis. “Sistemnya, guru pemberi materi mobile, mereka yang bertukar kelas sedangkan siswa tetap di kelas,” pungkasnya.***

 

Baca Juga :