Sekolah Swasta Terabaikan

Sekolah Swasta Terabaikan

Sekolah Swasta Terabaikan
Sekolah Swasta Terabaikan

Keberadaan sekolah swasta di Jawa Barat sebetulnya memiliki jumlah memadai dan tersebar hampir merata diberbagai wilayah. Namun, keberpihakan pemerintah sejauh ini masih belum memberikan perhatian, khususnya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala Sekolah SMA Nasional sekaligus Ketua Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Kota Bandung, Yudhi

Hendrayadi mengatakan, PPDB saat ini belum memberikan dampak signifikan kepada keberadaan sekolah swasta.

Kendati begitu, berdasarkan aturan Pergub dab Permendikbud kondisinya jumlah siswa yang masuk ke SMA Negeri di Jawa Barat hanya 34 persen saja. Sedangkan sisanya 66 persen mau tidak mau harus masuk sekolah swasta.

“Ini tentunya menjadi indikator keberpihakan kepada sekolah swasta tetapi di lapangan semoga semua

steakholder bisa konsisten dalam menjalankan aturan ini,’’kata Yudi ketika dihubungi Jabar Ekpres, Jumat, (21/6).

Dia berpendapat, kenyataannya dilapangan keberpihakan para orang tua siswa kepada sekolah swasta tidak maksimal. Sehingga, keberadaan sekolah swasta harus dilakukan perubahan secara menyeluruh.

Selain itu, para orang tua harus merubah mindset dan pradigma berpikir agar tidak memaksakan anaknya ke sekolah negeri. Sebab, bagaimana pun tidak semua sekolah negeri mampu mengakomodir keinginan orang tua siswa.

Yudi mengatakan, layanan pendidikan di sekolah swasta secara umum tidak kalah bagus dengan layanan

pendidikan di sekolah negeri. Hal ini menjadi tolak ukur kewajiban sekolah swasta dalam meningkatkan mutu serta layanan pendidikannya agar memenuhi Standar Nilai Pendidikan (SNP).

Akan tetapi, pada kenyataannya peningkatan mutu pendidikan harus ditunjang peranan dari pemerintah. Sehingga kualitas sekolah swasta sama dengan negeri baik dalam infrastruktur dan fasilitas lainnya memadai.

’’ Jadi faktor penyebab kurangnya minat orang tua siswa dalam mendaftarkan anak ke sekolah swasta karena biaya mengingat di negeri tidak di pungut biaya,’’kata dia.

 

Sumber :

http://journals.sbmu.ac.ir/en-iranjem/comment/view/18002/0/64679