Reseptor berdasarkan jenis rangsang yaitu :

Reseptor berdasarkan jenis rangsang yaitu :

1)      Kemoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa bahan kimia. Contoh: bau.

2)      Mekanoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa deformasi mekanik. Contoh: sentuhan dan suara.

3)      Termoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa suhu (baik itu suhu panas maupun suhu dingin). Contoh: ketika terkena api dan memegang es.

4)      Fotoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa cahaya. Contoh: cahaya matahari.

5)      Elektroreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa listrik. Misalnya dimiliki oleh hewan aqutik, yaitu belut listrik. Digunakan sebagai alat untuk mempertahankan diri.

6)      Magnetoreseptor, merupakan efektor yang peka terhadap rangsangan yang berupa medan magnet. Contoh: medan magnet bumi (navigasi arah utara dan selatan), misalnya dimiliki oleh lebah madu yang digunakan untuk menemukan makanan.

Sedangkan pada efektor hewan terdapat tiga jenis sistem rangka, yaitu:

1)      Rangka hidrostatik, merupakan rangka yang terdapat pada invertebrata yang bertubuh lunak (contoh: annelida). Fungsinya mirip dengan gerakan ameboid.

2)      Rangka luar, merupakan rangka yang terdapat di luar tubuh. (contoh: Moluska dan Artropoda). Fungsinya melindungi diri dan pelekatan otot.

3)      Rangka dalam, merupakan rangka yang terdapat di dalam tubuh (contoh: vertebrata). Pada invertebrata rangka mengandung berbagai garam kalsium dan fungsi sama dengan hewan lain.

Tanggapan perubahan warna pada hewan berfungsi untuk menyamar, komunikasi kawin, dan pertahanan diri. Zat yang berperanadalah kromatofor, yaitu sel yang mengandung pigmen.

2.9.  Hubungan Antara Reseptor Dan Efektor Hewan

      Ada 3 hubungan antara reseptor dan efektor pada hewan yaitu :

  1. Dalam system syaraf reseptor biasanya berhubungan dangan sayaraf sensorik (afferent), sedangkan efektor erat hubungan dengan syraf motorik (efferent).
  2. Reseptor bertugas sebagai transduser (pengubah energy): mengeubah energy dari bentuk tertentuk ke bentuk yang lain.
  3. Pada reseptor semua energy dalam bentuk apapun akan segera diubah menjadi energy listrik, yang selanjutnya akan membawa ke perubahan elektrokimia sehingga timbul potensial aksiaksi .

 

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/