Prinsip- Prinsip Pembelajaran Pakem

 Prinsip- Prinsip Pembelajaran Pakem

 Prinsip- Prinsip Pembelajaran Pakem

Ada beberapa prinsip yang melandasi pembelajaran PAKEM, antara lain :

1)      Mengalami: Peserta didik terlibat aktif baik fisik, mental maupun emosional. Melalui pengalaman langsung pembelajaran akan lebih bermakna, bagi siswa daripada hanya mendengarkan.

2)      Komunikasi: Kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komonikasi antara guru dan peserta didik. Proses komunikasi yang baik adalah proses komunikasi dimana antara unsur komunikator dan komunikan terdapat satu arah yang sama.

3)      Interaksi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya interaksi multi arah. Interaksi multi arah yang diharapkan terjadi adalah interaksi transaksional, dimana proses komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan siswa, bahkan siswa dengan lingkungan sekitar memiliki kesiapan yang cukup baik.

4)      Refleksi : kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan. Proses refleksi sangat perlu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana ketercapaian proses pembelajaran. Kegiatan refleksi ini dilakukan bersama antara guru dan siswa. ( Masitoh dan Laksmi Dewi : 2009).

2.3.   Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pakem.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan pembelajaran PAKEM, antara lain :

1)      Memahami sifat yang dimiliki anak.

Ada dua sifat yang pasti dimiliki oleh setiap anak dimanapun, yaitu kesukaan berimajinasi dan rasa ingin tahu yang besar. Guru sebagai pembimbing siswa, harus tau karakteristik kedua sifat dasr itu sebagai modal untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Guru bisa melakukan berbagai cara yang (tentunya) dapat membuat siswa senang/merasa dihargai, seperti memuji hasil karyanya, mengajukan pertanyaan yang menanatang, atau mendorong siswa untuk melakukan percobaan.

2)      Mengenal anak secara perorangan.

Setiap siswa tentunya memiliki karakteristik yang berbeda. Tak terkecuali dalam hal pembelajaran. Ada siswa yang memiliki kemaampuaan yang tinggi dalaam materi pelajaran, ada siswa juga yang agak lambat dalam menyerap materi pelajaran. Dengan mengemnal kekurangan dan kelebihan dari tiap siswa didiknya, guru bisa merumuskan perlakuan khusus yang harus diberikan kepda setiap siswa. Siswa yang memiliki kemampuan lebih, bisa dimanfaatkan untuk membantu siswa yang lain yang memiliki kemampuan kurang dalam belajar.

3)      Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar.

Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain, perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan (berkelompok). Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.

baca juga :