PERBEDAAN INDIVIDU DALAM PERKEMBANGAN INTELEK

PERBEDAAN INDIVIDU DALAM PERKEMBANGAN INTELEK / KOGNITIFPERBEDAAN INDIVIDU DALAM PERKEMBANGAN INTELEK

                Secara hereditas ,individu memilki potensi yang dapat menyebabkan perbedaan dalam perkembangan berfikir mereka.berkembang atau tidaknya potensi tersebut tergantung lingkungan.Manusia memiliki perbedaan satu sama lain dalam berbagai aspek ,antara lain dalam bakat,minat,kepribadian,keadaan jasmani,keadaan ssosial dan juga intelegensinya.perbedaan itu akan tampak jika diamati dalam proses belajar mengajar dalam kelas .ada peserta didik yang cepat,ada yang lambat dan ada juga sedang  dalam penguasaan materi pelajaran.Ada siswa tingkah lakunya baik  dan ada pula yang kurang baik .

                Perbedaan individual dalam perkembangan intelek menunjuk kepada perbedaan dalam kemampuan dan kecepatan belajar.perbedaan-perbedaan   individual pesedrta didik tercermin pada sifat-sifat atau ciri-ciri mereka dalam kemampuan,keterampilan ,sikap,dan kebiasaan belajar  serta kualitas  proses dan hasil belajar baik dari segi ranah kognitif.afektif dan psikomotor.

  1. MEMBANTU PERKEMBANGAN INTELEK DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN

                Kondisi psikologis yang perlu di ciptakan agar peserta didik merasa aman secara psikologis sehingga mampu mengembangkan kemampuan intelektualnya adalah sebagai berikut:

  1. Pendidik menerima peserta didik secara positif sebagaimana adanya tanpa syarat (uncondition positive regand ).Artinya ,apa pun keberadaanya peserta didik dengan segala kekuatan dan kelemahannya harus diterima dengan baik, serta member kepercayaan kepadanya bahwa pada dasarnya setiap peserta didik memiliki kemampuan intelektual yang dikembangkan secara maksimal.
  2. Pendidik menciptakan suasana di mana peserta didik tidak merasa terlalu dinilai oleh orang lain.Memberi penilaian terhadap peserta didik dengan berlebihan dapat dirasakan sebgai ancaman sehingga menimbulkan kebutuhan akan pertahana diri
  3. Pendidik member pebgertian dalam arti yang memahami pemikiran ,perasaan,dan perilaku peserta didik ;dapat menempatkan diri dalam situasi peserta didik serta melihat sesuatu dari sudut pandang mereka (empathy).
  4. Menerima remaja secara positif sebagai mana adanya tanpa syarat, artinya apa pun adanya remaja itu dengan segala kekuatan dan kelemahannya haryus diterima dengan baik ,serta menberikan kepercayaan bahwa pada dasarnya setiap remaja memiliki kemampuan intelektual yang dapat di kembangkan secara maksimal.
  5. Memahami pemikiran ,perasaan dan perilaku remaja ;menempatkan diri dalam situasi remaja, serta melihat sesuatu dari sudut pandang mereka….
  6. Memberikan suasana psikologis yang aman bagi remaja mengemukakan pemikiran-pemikirannya sehingga terbiasa berani mengembangkan pemikirannya sendiri.

 

POS-POS TERBARU