Pengertian Teori Kepemimpinan

Pengertian Teori Kepemimpinan

            Secara etimologi, kepemimpinan berasal dari kata dasar pemimpin. Dalam bahasa Inggris, leadership yang berarti kepemimpinan, dari kata dasar leader berarti pemimpin dan akar katanya to lead yang terkandung beberapa arti yang saling erat berhubungan : bergerak lebih lebih awal, mengambil langkah lebih awal, berbuat paling dulu, mempelopori, mengarahkan pikiran-pikiran pendapat-pendapat orang lain, membimbing, menuntun, dan menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya.[2]

            Kebudayaan erat hubungannya dengan masyarakat. Menurut Koentjaraningrat sebagaimana di kutip yusasatra, kebudayaan dengan kata dasar budaya berasal dari bahasa sangsakerta ”buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi Koentjaraningrat, mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa itu.

            Banyak studi ilmiah dilakukan orang mengenai kepemimpinan, dan hasilnya berupa teori-teori tentang kepemimpinan. Teori–teori yang di munculkan menunjukkan perbedaan dalam : pendapat dan uraiannya, metodologinya, interpretasi yang diberikan dan kesimpulan yang di tarik.

  1. R Terry mengemukakan sejumlah teori kepemimpinan, yaitu teori-teori sendiri ditambah dengan teori penulis lain, sebagai berikut:
  2. Teori Otokrasi

            Kepemimpinan menurut teori ini didsarkan atas perintah-perintah, paksaan, dan tindakan-tindakan arbitrer(sebagainwasit). Ia mealkukan pengawasan yang ketat, agar semua pekerjaan berlangsung secara efisien. Kepemimpinannya berorientasi pada struktur organisasi dan tugas-tugas.

  1. Teori Psikologis

            Teori ini menyatakan, bahwa fungsi seorang pemimpin adalah memunculkan dan mengembangkan system motivasi terbaik, untuk merangsang kesediaan bekerja dari para pengikut dan anak buah. Pemimpin merangsang bawahan, agar mereka mau bekerja, guna mencapai sasaran-sasaran organisatoris maupun untuk memenuhi tujuan-tujuan pribadi.

3.Teori Sosiologis

            Kepemimpinan dianggap sebagai usaha-usaha untuk melancarkan antar-relasi dalam organisasi; dan sebagai usaha untuk menyelesaikan setiap konflik organisatoris antara para pengikutnya, agar tercapai kerja sama yang baik.pemimpin menetapkan tujuan-tujuan, dengan menyertakan para pengikut dalam pengambilan keputusan.

sumber :

https://sel.co.id/gb-whatsapp-apk/