Pengertian Pendidikan dan Sistem

Pengertian Pendidikan dan Sistem

Pengertian Pendidikan dan Sistem

Pendidikan atau pedagogi memiliki beberapa pengertian. Pendidikan (pedagogi) secara etimologis adalah bersala dari bahasa Yunani, terdiri dari kata “PAIS”, artinya anak, dan “AGAIN”, diartikan membimbing.[1] Jadi sederhananya adalah bimbingan yang diberikan kepada anak.

Sedangkan secara Definitif pendidikan (pedagogie) adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan secara sadar ataupun secara sengaja yang dilakukan orang dewasa kepada orang yang belum dewasa (baca : anak) sehingga timbul hubungan antara keduanya yang bertujuan untuk mendewasakannya.[2]

Sedangkan sistem secara etimologis berasal dari bahasa yunani “systema” yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan  secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.

Menurut Zahara Idris(1987) Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsusr-unsur  sebagai sumber yang mempunyai  hubungan fungsional yang teratur, tidak secara acak yang salaing membantu untuk mencapi suatu hasil (Product). Contoh tubuh manusia merupakan satu jaringan daging, otak, urat-urat, dll yang komponen mempunyai fungsi masing-masing yang satu dengan  yang lain  satu sama lain saling berkaitan sehingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Seorang pakar sosiologi, Bachtiar (1988) mengemukakan bahwa sistem adalah sejumlah satuan yang berhubungan satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kesatuan yang biasanya berusaha mencapai tujuan tertentu. Pada bagian yang sama Bachtiar menambahkan bahwa sistem adalah seperangkat ide atau gagasan, asas, metode, dan prosedur yang disajikan sebagai suatu tatanan yang teratur.[3]

Pada dasarnya sistem hanya terdiri atas dua jensis, yaitu sistem tertutup dan siste terbuka.[4] Sistem tertutup di dalam proses kerjanya tidak dipengaruhi lingkungan luar, sedangkan sistem terbuka di daklam proses kegiatannya memperoleh masukan dari luar lingkungannya. Pada sistem terbuka tejadi sistem yang dinamis, yaitu sistem dipengaruhioleh sistem yang berada di luarnya.

Suatu sistem didalamnya mengandung hal-hal sebagai berikut :

  1. Adanaya suatu kesatuan organis
  2. Adanya komponen-komponen yang membentuk kesatuan organis
  3. Adanya hubungan keterkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya.
  4. Adanya gerak atau dinamika
  5. Adanya tujuan yang ingin dicapai.[5]

Sistem merupakan suatu hal yang aktif, bergerak, menuju ke arah tertentu. Maka perlu disadari bahwa sistem itu terdapat suatu konsep dasar dan cita-cita. Sebaai suatu gerak untuk mencapai tujuan yang diinginkan, secara terus-menerus suatu sistem pendidikan akan selalu bersifat dinamis kontekstual dan untuk itu suatu sistem pendidkan haruslah terbuka terhadap tuntutan kualitas( tingkat baik buruknya sesuatu ).

Upaya pendidikan merupakan aktifitas yang kompleks, yang melibatkan sejumlah komponen pendidikan yang saling berinterkasi satu sama lain. Apabila upaya pendidikan hendak dilakukan secara terencanadan teratur, maka berbagai komponen dan saling hubungannya perlu dikenali, dikaji, dan dikembangkan sehingga mekanisme kerja komponen-komponen itu secara menyeluruh dan terpadu akan dapat membuahkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, pengkajian tentang upaya pendidikan sebagai suatu sistem mempunyai arti yang penting.

  1. Pendidikan Sebagai Sistem yang Terbuka

Pendidikan adalah sebagai suatu sistem yang terbuka. Sistem terbuka mempunyai prosedur kerja yang mengubah atau memproses masukan yang diperoleh dari lingkungannya atau dari sistem lain menjadi keluaran, yang selanjutnya dijadika masukan oleh sistem yang lain. Prose transformasi ini merupakan suatu prosesyang bersifat ritmik. Secara singkat prosedur kerja sistem adalah

     Masukan -Transformasi (proses)-Keluaran

Di dalam suatu sistem tertutu, sistem bergerak menuju kesuatu sistem yang bersifat entrophy.[1] Sebaliknya, di dalam sistem terbuka terjadi kecendrungan dan gerakan yang mengarah pada diferensiasi yang makin lama makin luas.

Sebagai suatu sistem terbuka, sistem pendidikan memiliki hubungan internal dan eksternal. Hubungan inernal dalam dalam sistem pendidikan ditandai dengan adanya hubungan yang berisi suksesif antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. Sedangkan hubungan eksternal ditandai dengan adanya interaksi, interelasi, dan interdependensi antara sistem pendidikan dengan sistem yang berada di luar sistem pendidikan.

Seiring dengan semakin tumbuh dan berkembangnya berbagai kompleksitas kehidupan masyarakat sebagi dampak dari berbagai perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan sumber daya pendidikan terbatas maka diperlukan keterbukaan sistem pendidikan disertai dengan perencanaan yang baik. Hal ini menegaskan bahwa perencanaan sistem pendidikan sebagai salah satu fungsi yang strategis dalam manajemen sistem pendidikan.

  1. Komponen Sentral dalam Upaya Pendidikan

Komponen sentral dalam pendidikan adalah peserta didik, pendidik, dan tujuan pendidikan.[2] Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar peserta didik dan pendidik dalam mencapai tujuan pendidikan. Secara sederhana interaaksi itu dapat digambarkan sebagai berikut :

sumber :

Frozen Free Fall: Icy Shot 2.5.5 Apk + Mod