Pembelajaran berbasis motivasi

Pembelajaran berbasis motivasi

Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna dan pemahaman, guru dalam menjalankan fungsinya diantaranya berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang menyenangkan, kreatif, dinamis, dan memberikan motivasi kepada siswa. Belajar anak akan bermakna jika metode atau strategi pembelajaran yang digunakan tepat dan sesuai dengan SK-KD (Standar Kompetensi-Kompetensi Dasar) yang diberikan dan tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapaipun tidak sulit unruk ditempuh. Namun sebaliknya, terkadang guru guru tidak menyadari dengan menerapkan metode atau strategi pembelajaran tersebut, siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran, siswa tambah bingung  dan membosankan.

Jika keadaan kelas sudah demikian, tujuan pembelajaranpun akan gagal diraih. Mengapa hal ini terjadi? Ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut, pertama guru tidak menguasai langkah-langkah metode atau strategi pembelajaran yang diterapkan,  kedua anak tidak mudah dikondisikan (karena bukan hal yang mudah untuk memberi metode atau strategi pembelajaran baru pada siswa, akibatnya siswa rame sendiri) dan yang terakhir adalah tidak memberi motivasi kepada siswa. Ketiga alasan  tersebut seringkali terabaikan dalam pembelajaran padahal hal tersebut sangat dibutuhkan saat pembelajaran berlangsung guna mencapai tujuan pembelajaran.

Hal-hal yang terjadi di atas sudah jelas adanya,  ada contoh penelitian di salah satu sekolah swasta dengan menggunakan metode baru (yaitu metode yang  belum pernah digunakan dalam kelas tersebut oleh guru bidang studi) . pada awalnya si peneliti melakukan observasi dan wawancara, observasi yang dilakukan ialah melihat silabus, RPP guru  dan keadaan kelas, sedangkan wawancaranya dilakukan dengan salah satu siswa dan guru bidang studi, yang peneliti tanyakan adalah mengenai metode yang pernah digunaka oleh guru, dari sini si peneliti mengetahui bahwa metode ini belum pernah digunakan di kelas tersebut sehingga si peneliti mengatakan ini adalah metode atau strategi baru bagi mereka dan mencoba menerapkannya.

Selanjutnya si peneliti melakukan penelitian yakni mengajar di kelas tersebut dengan metode yang sudah dirancang dalam RPP, namun kejadiannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, pada pertemuan pertama siswa menjadi tidak terkondisikan dan tidak mau mmengikuti instruksi guru. Jika keadaan sudah demikian sudah bisa diprediksikan bahwa pembelajaran ini akan gagal dan tidak bisa mencapai tujuan, peretemuan selanjutnya siswa masih kurang terkondisikan namun sudah ada peningkatan dibandingkan pertemuan sebelumnya, ini disebabkan karena guru sudah menguasai metode/strategi yang diberikan, dan selanjutnya siswa sudah sangat terkondisikan dan tujuan pembelajaranpun sudah tercapai.

Setelah dianalilisis dari pertemuan pertama sampai pertemuan-pertemuan selanjutnya si peneliti menemukan satu titik yang sangat terang yakni motivasi, karena dengan motivasi ini siswa sangat antusias dan ingin belajar lebih lama lagi, mereka senang berlama-lama di kelas hal ini sangat berbeda dengan kejadian-kejadian sebelumnya.

Dari kejadian tersebut peranan motivasi ini sangat penting dalam proses pembelajaran perlu dipahami juga oleh guru agar dapat melakukan berbagai tindakan atau motivasi kepada siswa. Motivasi ini  dapat diartikan sebagai dorongan kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan. Jika dikaitkan dengan konteks pembelajaran maka kebutuhan tersebut sangat erat hubungannya dengan kebutuhan anak untuk belajar.

Peranan guru untuk mengelola motivasi belajar siswa sangat penting, dan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar yang didasarkan pada pengenalan guru kepada siswa secara individual.

Jadi metode/strategi apapun yang diberikan kepada siswa jika tidak dibarengi dengan motivasi tidak akan berarti apa-apa, karena jika siswa tidak termotivasi dengan metode/strategi pembelajaran tersebut siswa tidak akan mengikuti apa yang diinstruksikan guru dan kalaupun mereka mau mengikuti intruksi hal ini karena keterpaksaan belaka, jadi bagi pendidik jangan segan-segan untuk memberi motivasi kepada siswa karena motivasi dapat membangkitkan semangat siswa untuk belajar. Motivasi sebagai pembangkit belajar siswa  yang efektif karena keingintahuan dan keyakinan dari dalam diri siswa tersebut. Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu, maka guru perlu memotivasi dengan pertanyaan diluar kebiasaan atau tugas yang menantang disertai penguatan bahwa siswa mampu melakukannya.

sumber :