Munculnya Gerakan Padri

Munculnya Gerakan Padri di Minangkabau

Munculnya Gerakan Padri

Munculnya Gerakan Padri di Minangkabau sering dikaitkan dengan Gerakan Pembaharuan Islam yang terjadi di tanah Hejaz yang dipelopori oleh Syaikh Muhammad bin AbdulWahab pada pertengahan abad ke 18.

Dalam sejarah

gerakan ini dikenal sebagai Gerakan Pemurnian Islam dari segala noda-noda yang merusaknya yang dipelopori oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787). Motivasi gerakan ini pada awalnya adalah karena terjadinya kemunduran cara berfikir masyarakat Islam, terutama di Mekkah, krisis aqidah dan akhlak serta menurunnya tata nilai ekonomi, politik, sosial dan budaya yang dianggap sudah melampaui batas.

Dalam bidang aqidah

masyarakat Mekkah telah banyak yang terbuai oleh paham kesufian. Sudah banyak masyarakat yang menjauhi masjid dan berbondong-bondong mendatangi makam-makam yang dikeramatkan untuk meminta pertolongan, berkah dan ampunan dosa. Kondisi ini semakin diperparah dengan banyaknya orang yang gemar minum minuman keras dan menjamurnya praktek-praktek prostitusi. Semua itu merupakan akibat dari penetrasi budaya bangsa penjajah, terutama Turki yang berterusan di Jazirah Arab.

Tujuan utama Dakwah Syaikh

ini adalah Kembali kepada Tauhid dan mengikis habis perbuatan-perbuatan bid’ah dan menanamkan kepada masyarakat suatu keyakinan kepada Al Qur’an dan Hadis sebagai satu-satunya pegangan hidup. Oleh karena itu mereka menentang keras praktek sufisme yang menjadikan guru-guru mereka sebagai perantara dalam bermunajat kepada Allah (tawassul).

baca juga: