Metode Penelitian Harald Motzki

 Metode Penelitian Harald Motzki

 Metode Penelitian Harald Motzki

Hadis menurut beliau adalah sebuah teks yang memuat informasi Nabi Muhammad Ṣalla Allah ‘Alaihy wa Sallam dan Shahabah-shahabahnya, yang memiliki jalur transmisi (periwayatan) dari mereka. Keaslian teks-teks ini menjadi isu perdebatan yang utama pada keilmuan Islam sekarang. Terutama setelah adanya teori Projecting Back oleh Schacht yang menyatakan bahwa isnad atau mata rantai sanad adalah buatan para ulama abad ke 2 H untuk menguatkan legitimasi hukum-hukum yang ada pada saat itu dengan menyandarkan pada tokoh-tokoh sebelumnya hingga pada Nabi Ṣalla Allah ‘Alaihy wa Sallam.[4]

Harald Motzki tidak secara eksplisit menyebutkan langkah-langkah penelitian yang sistematis ketika melakukan penelitian kitab Musannaf Abd ar-Razaq. Meskipun demikian, dari data yang ada, penyusun mencoba menggambarkan metode, pendekatan, dan langkah-langkah sistematis yang

ditempuh Harald Motzki sebagai berikut:

  1. Meletakkan dating,yakni menentukan asal-muasal dan umur terhadap sumber sejarah yang merupakan salah satu substansi penelitian sejarah. Jika dating yang dilakukan oleh seorang peneliti terhadap sebuah sumber sejarah terbukti tidak valid, maka seluruh premis teori dan kesimpulan yang dibangun atas sumber sejarah tersebut menjadi colleps. Teori inilah yang menjadi epistemologi Motzki dalam merekonstruksi sejarah awal Islam dalam karyanya The Origins of Islamic Jurisprudence.
  2. Tidak melakukan penelitian secara keseluruhan hadis-hadis yang terdapat dalam sumber primernya Musannaf Abd ar-Razaq. Namun, ia Meletakkan dating yakni mengambil beberapa Hadits yang diangap telah mewakili dari yang beberapa hadis yang akan diteliti.
  3. Setelah data terkumpul, kemudian Motzki menganalisis sanad dan matan dengan menggunakan metode isnadcum analisisdengan pendekatan traditional-historical.
  4. Terkait dengan materi periwayatan (matan) hadis, Motzki mengajukan teoriexternal criteria dan formal criteria of authenticity sebagai alat analisa periwayatan.
  5. Penyusunan atau dsebut sebagai tahap aplikasi. Yakni berangkat dari metode-metode di atas, Motzki kemudian mengklasifikasikan terhadap riwayat yang terdapat dalam kitab Musannaf.

Metode cum analisis sendiri Yaitu menganalisis, menelaah baik jalur-jalur periwayatan maupun teks hadis. Di antara karakteristik pendekatan isnad cum matn analysis adalah kualitas seorang perawi tidak hanya didasarkan pada komentar ulama tentang perawi tersebut. Komentar ulama tentangnya menjadi sekunder. Sedangkan Kualitas perawi utama ditentukan terutama oleh matn atau teks dari perawi tersebut

sumber :

Death Shooter 4 : Mission Impossible 1.0.0 Apk for android