Manifestasi Klinik

Manifestasi Klinik

                  Pada stadium dini penyakit tuberculosis biasanya tidak tampak adanya tanda atau gejala yang khas. Tuberkulosis dapat didiagnosis hanya dengan fase tuberculin, pemeriksaan radiogram, dan pemeriksaan bakteriologik. Menurut CDC suatu kasus tuberculosis dapat dipastikan bila organisme  M. tuberculosis dapat diidentifikasi. Jika bakteri tidak diperoleh, maka laporan kasus tuberculosis dianggap benar bila hal-hal berikut ini dapat ditemukan :

  1. Prosedur diagnostik sudah dilakukan dengan lengkap (Reaksi Hipersensitivitas berupa ; Tes tuberculin intradermal Mantoux, Tes tuberculin dengan suntikan jet, Tes tuberculin tusukan majemuk)
  2. Bukti adanya tuberculosis dengan pemeriksaan bakteriologik.
  3. Radiografik dada dengan hasil abnormal dan/atau bukti klinis akan adanaya penyakit ini.
  4. Keputusan untuk memberikan satu paket terapi yang lengkap dengan dua atau lebih obat anti tuberculosis.

            Dengan berjalannya penyakit dan semakin banyaknya dekstruksi jaringan paru-paru, produksi sputum semakin banyak dan batuk dapat menjadi semakin berat. Biasanya tidak ada gejala nyeri dada dan batuk darah biasanya hanya dikaitkan dengan kasus-kasus yang sudagh lanjut. Beberapa penderita mengalami batuk produktif, keletihan, lemah, keringat pada malam hari dan berat badan menurun mirip dengan tanda dan gejala bronchitis akut dan pneumoni.

Pengobatan dan Prinsip-Prinsip Kemoterapi.

                  Pengobatan tuberculosis terutama berupa pemberian obat antimikroba dalam jangka waktu lama. Obat-obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit klinis pada seorang yang sudah terjangkit infeksi. Agar pengobatan dapat berjalan efektif obat yang diberikan harus mamapu mengganggu fungsi vital kuman tuberculosis tanpa membahayakan klien,  Stead dan Bates  (1983) menekankan bahwa “pilihan terapi harus dipandu oleh prinsip-prinsip yang sudah diakui kebenarannya” adapun prinsip-prinsip tersebut adalah :

  1. Obat terpilih harus merupakan obat terhadap mana basil masih peka.
  2. Bahkan dalam suatu populasi basil yang umumnya masih peka, perubahan alami kearah resisten timbul pada setiap 1 dari 100.000 sampai 1juta organisme.
  3. Obat-obatan bakterisidal lebih disukai.
  4. Jika pengobatan yang diberikan kelihatan gagal maka penambahan satu macam obat lain hanya akan mengundang datangnya bencana.
  5. Terapi harus dilanjutkan cukup lama untuk eradikasi basil dalam tubuh.
  6. Semua obat harus diminum sebelum makan pagi dan dalam dosis tunggal agar dicapai suatu konsentrasi gabungan puncak yang memberikan efek maksimal terhadap basil.

Kelompok-kelompok resiko tinggi berikut ini harus mengalami pengobatan pencegahan :

  1. Anggota keluarga atau mereka yang dekat dengan penderita yang baru didiagnosis terinfeksi tuberculosis.
  2. Tes kulit tuberculin positif, disertai ditemukannya hasil radiogram yang sesuai dengan penyakit tuberculosis nonprogressif dan yang belum pernah menerima pengobatan kemoterapi yang adekuat dimasa lampau.
  3. Orang yang baru saja terinfeksi.
  4. Orang yang memiliki reaksi tuberculin bermakna dalam keadaan klinik khusus.
  5. Orang yang rekasi tuberkulinnya bermakana dan berusia dibawah 35 tahun
  6. Orang yang reaksi tuberculin bermakna  juga memiliki AB terhadap virus HIV.
  7. Orang-orang dengan reaksi tuberculin bermakna yang berada dalam keadaan epidemiologi khusus.

Sumber: https://newsinfilm.com/