Manfaat dan Resiko asuransi

Manfaat dan Resiko asuransi

Manfaat
Asuransi pada dasarnya dapat member manfaat bagi para peserta asuransi antara lain:
Memberikan rasa aman dan perlindungan. Peserta asuransi berhak memperoleh klaim (hak peserta asuransi) yang wajib diberikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad. Klaim tersebut akan menghindarkan peserta asuransi dari kerugian yang mungkin timbul.
Pendistribusian pendanaan dan manfaat yang lebih adil. Semakin besar kemungkinan terjadinya kerugian dan semakin besar kerugian yang mungkin ditimbulkannya maka makin besar pula premi pertanggungannya.
Berfungsi sebagai tabungan. Kepemilikan dana pada asuransi merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Jika pada masa kontrak peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana yang dimasukkan dapat diambil kembali, kecuali sebagian dana kecil yang diniatkan untuk dihibahkan.
Alat pembayaran resiko. Dalam asuransi syari’ah resiko dibagi bersama para peserta sebagai bentuk adanya saling tolong-menolong diantara mereka.
Membantu meningkatkan kegiatan usaha karena perusahaan asuransi akan melakukan investasi atas suatu bidang usaha tertentu.
Manfaat asuransi yang lain adalah untuk persiapan masa depan ahli waris peserta jika sewaktu-waktu peserta telah meninggal dunia, untuk persiapan bagi peserta jika sewaktu-waktu mendapatkan musibah baik terhadap diri maupun hartanya tersedia dana untuk menanggulanginya, dan jika dalam masa tertanggung peserta masih hidup akan mendapatkan kembali simpanan uang yang telah terkumpul beserta keuntungan dan kelebihannya._
Jadi  manfaat asuransi adalah jaminan seumur hidup bagi setiap orang dalam hal kerugian yang dihadapi oleh manusia di dunia.
Resiko
Resiko (risk) adalah ancaman bahaya atau peristiwa yang tidak pasti terjadi terhadap objek asuransi milik tertanggung. Karena resiko ini merupakan ancaman terhadap keamanan harta kekayaan atau jiwa dan atau raga tertanggung, maka dia mencari pihak lain yang bersedia mengambil alih resiko, yakni penanggung. Sebagai imbalan pengalihan resiko (transfer of risk) tersebut. Tertanggung bersedia membayar sejumlah premi kepada penanggung. Bahaya atau peristiwa yang mengancam itu dapat tidak terjadi dan dapat sungguh-sungguh terjadi.
Jika bahaya atau peristiwa tidak pasti terjadi itu sungguh-sungguh terjadi, sehingga menimbulkan kerugian (loss) atau kematian atau cacat tubuh (invalid) bagi tertanggung, maka penanggung akan membayar ganti kerugian, atau santunan, serta biaya-biaya yang timbul akibat bahaya atau peristiwa tersebut. Jadi, resiko itu selalu mengandung arti ketidakpastian timbul kerugian dan peluang timbul kerugian.

Prinsip-prinsip dan Azas Asuransi Syari’ah

Asuransi syari’ah bertujuan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT, dengan berprinsip sebagai berikut:_
Tauh}i>d ( unity )
Prinsip tauhid adalah dasar utama dari setiap bentuk aktivitas yang ada dalam Islam. Aktivitas kehidupan manusia harus didasarkan pada nilai-nilai tauh}i>dy. Artinya bahwa dalam setiap gerak langkah hukum harus mencerminkan nilai-nilai ketuhanan.
Dalam berasuransi yang harus diperhatikan adalah bagaimana seharusnya menciptakan suasana dan kondisi bermu’amalah yang tertuntun oleh nilai-nilai ketuhanan. Yang mana dalam setiap melakukan aktivitas berasuransi kita memiliki keyakinan dalam hati bahwa Allah SWT selalu mengawasi seluruh gerak langkah kita dan selalu ada bersama kita.
Keadilan ( justice )
Prinsip kedua dalam berasuransi adalah terpenuhinya nilai-nilai keadilan antara pihak-pihak yang terikat dengan akad asuransi. Keadilan dalam hal ini dipahami sebagai upaya dalam menempatkan hak dan kewajiban antara nasabah dan perusahaan asuransi.
Pertama, nasabah asuransi harus selalu membayar premi dalam jumlah tertentu kepada perusahaan asuransi dan mempunyai hak untuk mendapatkan sejumlah dana santunan jika mengalami suatu musibah. Kedua, perusahaana asuransi yang berfungsi sebagai lembaga pengelola dana mempunyai kewajiban untuk membayar klaim (dana santunan) kepada nasabah.
Tentang adanya prinsip keadilan Allah SWT berfirman:
baca juga :