Manajemen Beretika Pada Usaha yang Kita Jalankan

Manajemen Beretika Pada Usaha yang Kita Jalankan

Manajemen Beretika Pada Usaha yang Kita Jalankan
Manajemen Beretika Pada Usaha yang Kita Jalankan

 

Dikutip dari situs eciputra.com

Untuk menerapkan pendekatan holistik , entrepreneur dapat mengembangkan prinsip-prinsip tertentu yang membantu mereka dalam mengambil langkah eksternal seiring dengan perkembangan usaha. Berikut ialaha 4 prinsip yang dikembangkan oleh seorang eksekutif untuk manajemen yang beretika:

 
Prinsip 1: Rekrut orang yang tepat

Pegawai yang cenderung bersikap etis merupakan jaminan terbaik yang bisa Anda dapatkan. Mereka mungkin hanya menjakdi jaminan. Carilah orang yang memiliki dan memegang teguh prinsipnya. Biarkan mereka mengetahui bahwa prinsip-prinsip itu memiliki peran penting dalam kualifikasi/ persyaratan bekerja.


Prinsip 2: Tetapkan standar, bukannya aturan

Anda tidak dapat menuliskan sebuah kode perilaku yang teramat ketat untuk mencakup semua kegiatan dalam perusahaan. Seseorang yang cenderung untuk berperilaku kurang jujur tidak akan mengindahkan kode yang Anda sampaikan. Jangan buang waktu Anda untuk menghadapi peraturan yang berat. Alih-alih, bersikaplah jelas mengenai standar. Biarkan mereka mengetahui tingkat kinerja yang Anda harapkan dan bahwa etika merupakan harga mati.


Prinsip 3: Jangan kucilkan diri

Anda sudah mengetahui bahwa manajer mungkin tidak tahu menahu mengenai pasar dan pesaing dengan memisahkan diri ke keadaan yang tidak nyata. Namun mereka bisa sama sekali tak memahami apa yang sedang terjadi dalam wilayah kerja mereka. Anda bertanggung jawab utnuk semua hal yang terjadi dalam kantor Anda. Tak peduli itu terjadi dalam sepengetahuan Anda atau tidak.


Prinsip 4: Jadilah teladan

Sebagai pemilik bisnis dan entrepreneur, mungkin Anda menuntut orang lain untuk beretika saat berbisnis dengan Anda, termasuk para karyawan. Namun, jangan lupakan yang terpenting , yakni memberikan contoh yang nyata dengan menunjukkan perlaku dan sikap berbisnis yang beretika dari diri Anda kepada orang lain. Sering kali malah apa yang Anda tunjukkan kepada orang lain itu lebih bermakna daripada tuntutan verbal atau tertulis Anda pada orang lain.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/