Manajemen Air

Manajemen Air

perukaran air dilakukan dengan hati-hati dan air tidak boleh terlalu dering dimasukkan dan ditukar. Untuk bulan pertama usahakan air jangan diganti, tetapi mulailah pada bulan kedua jika perlu ganti air tetapi upayakan seminnimal mungkin. Keluarkan air jika pertumbuhan plankton terlalu tebal (air hijau gelap). Jangan memasukkan/membuang iar lebih dari 15-30 cm perhari. Gunakanlah kapur pertanian setelah setiap kali memsaukkan air atau menukar air dan setelah hujan.  Kapur tersebut akan berfungsi sebagai penetral air, pH air harus 7.5-8.5l, jika pH lebih rendah 7.5 maka gunakanlah kapur meningkatkannya dan jika pH lebih tinggi dari 8.5 maka tukarlah air untuk menurunkan pH. Kadar gram (salinitas) yang ideal untuk udang adalah 20-25 ppm sedangkan warna air yang bagus adalah hijau/warna coklat. Ammonia harus kurang dari 0.5 ppm, gunakan alat tes kandungan ammonia.

3.5 Manajemen Kesehatan Udang Windu

Kesehatan udang harus setiap hari dipantau dg menjala udang. Udang harus bersih dengan warna normal, usus berisi dan tidak kehilangan kaki atau antena. Periksa 5-10 udang dari anco pakan atau dari jala, jika insang udang kotor maka berarti permukaan dasar tambak atau tempat udang tidak bersih, maka taburkanlah pakan kawasan lain yang bersih dan taburkanlah pakan kekawasan lain yang bersih dan tukarlah air 10 cm dan gunakan kapur pertanian sebanyak 200 kg/ha. Jika udang sakit atau bertahi putih ditemukan dipermukaan air maka periksalah insang udang apakah kotor atau hitam. Jika  demikian maka kurangilah pemberian pakan dan tukar air hingga 10 cm.

Penyakit pada udang disebabkan oleh :

  1. Penyakit yang berada dalam tubuh benur atau bibit udang yang ditelurkan dari induk udang
  2. Air sungai yang mengandung penyakit dan masuk ke tambak karena adanya wabah penyakit
  3. Terjangkitnya udang windu karena adanya sisa udang yang sakit dari siklus sebelumnya sebab pada saat pengeringan tidak sempurna.

Hal yang harus dilakukan jika udang berpenyakit yaitu :

  • Catatlah setiap hari berapa banyak udang yang terkena penyakit atau mati.
  • Jika udang mati sedikit (<5 ekor) tidak perlu melakukan panen darurat.
  • Ambillah udang yang berpenyakit dan mati kemudian tanamlah yang jauh dari tambak.
  • Jangan buang udang mati dan yang berpenyakit ke dalam saluran air atau ketempat yang terbuka.
  • Jangan menggunakan bahan kimia tanpa nasehat dari ahli atau spesialis.
  • Jika kematian udang meningkat cepat (>5 udang mati perhari) dan terlihat atau tidak terlihat tanda-tanda putih (White Spots) pada udang, dikombinasikan dengan menurunnya konsumsi makan, persiapkan panen darurat. Jika udang yang sakit terlalu kecil untuk dipanen maka biarkan saja didalam kolam paling tidak satu bulan.
  • Jika ingin memulai lagi, maka gunakan kaporit (Calsium Hypochlorite) 1000 Kg/Ha untuk membunuh seluruh organisme di tambak. Dan setelah 15 hari lepaskanlah air kesaluran air.

sumber :

https://bingkis.co.id/seva-mobil-bekas/