Kontrol atau pengawasan

Kontrol atau pengawasan

  1. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan rencana.
  2. Melaporkan penyimpangan-penyimpangan untuk tindakan pengkoreksian serta merumuskan tindakan koreksi, menyusun standar-standar dan saran-saran.
  3. Menilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan-penyimpangan.

Cara belajar aktif tidak bisa dipertentangkan dengan cara belajar siswa tidak aktif. Yang dapat dikemukakan adalah terdapat kegiatan belajar yang mempunyai kadar keaktifan siswa yang tinggi, dan ada kegiatan belajar dengan keaktifan siswa yang rendah. Tidak ada kegiatan belajar dengan kadar keaktifan nol. Cara belajar siswa aktif tidak selamanya berorientasi keterampilan, tetapi juga bisa terjadi waktu siswa mempelajari konsep, fakta, dan prinsip. Bisa juga belajar keterampilan proses terjadi dengan kadar keaktifan siswa rendah. Belajar konsep dengan dengan kadar keaktifan siswa rendah cenderung memperlihatkan modus belajar mengajar yang lebih ekpositori, sedangkan belajar keterampilan proses dengan kadar keaktifan siswa tinggi cenderung bermodus discovery.

       Dalam kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang ikut menentukan keberhasilan, yakni pengaturan proses belajar mengajar, dan pengajaran itu sendiri, dan keduanya saling ketergantungan satu sama lain. Kemampuan mengatur proses belajar mengajar yang baik, akan menciptakan situasi yang memungkinkan anak belajar, sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Siswa dapat belajar dalam suasana wajar, tanpa tekanan dan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa memerlukan sesuatu yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan guru, teman, maupun dengan lingkungannya. Kebutuhan akan bimbingan, bantuan, dan perhatian guru yang berbeda untuk setiap individu siswa.

 

sumber
https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/