Klasifikasi TBC

Klasifikasi TBC

                  Klasifikasi TBC didasarkan pada hubungan yang luas antara parasit dan penderita, hubungan ini ditunjukkan dgn riwayat terjangkitnya penyakit, infeksi dan penyakit. Klasifikasi ini dibagi menjadi 6 kategori atau kelas yg ditujukan untuk anak-anak dan dewasa.

      Kelas 0

      Tdk ada jangkita TBC, tdk terinfeksi .

      Kelas 1

      Terpapar TBC, tdk ada bukti infeksi

      Kelas 2

      Ada infeksi TBC, tdk timbul penyakit

      Kelas 3

      TBC : saat ini sedang sakit, lokasi penyakit paru-paru, pleura, limfatik, tulang dan atau sendi, kemih, kelamin, diseminata (milier), meningeal, peritoneal dll.

      Kelas 4

      TBC : Saat ini tdk sedang menderita penyakit, dalam pengobatan kemoterapi.

      Kelas 5

      Orang dicurigai mendapatkan TBC.

  1. Pencegahan dan Pengendalian

                  Program-program kesehatan masyarakat sengaja dirancang untuk mendeteksi kasus-kasus dan menemukan sumber infeksi secara dini. Terapi pencegahan TBC dengan obat antimikroba merupakan sarana yang efektif untuk mengontrol penyakit. Hal ini merupakan tindakan preventif yang ditujukan baik untuk mereka yang sudah terinfeksi maupun masyarakat pada umumnya.

                  Eradikasi TBC dilakukan dengan menggabungkan kemoterapi yang efektif, identifikasi segera dan tindak lanjut pada orang yang mengalami kontak dengan penyakit ini , dan terapi kemoprofilaktik pada kelompok-kelompok dalam populasi yang beresiko tinggi.

 

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN TBC

  1. PENGKAJIAN
  2. Identitas pasien:

Nama                   :    Tn. J

Umur                   :    28 thn

Alamat                 :    Labahawa

Agama                 :    islam

Pekerjaan           :    petani

MRS Triage        :    26 Februari 2013 jam 9.00 wita

No. RM                :

  1. Pengkajian
  2. A (Airway)

–          Jalan nafas pasien ada sedikit sumbatan oleh mucus/dahak. karakteristik sputum (hijau,/purulen, mukoid kuning atau bercak darah), Sekret kental/darah,  batuk berdahak.

  1. B (Breathing)

–          Peningkatan frekuensi pernapasan, pengembangan pernapasan tidak simetris, takhipnu/dispnea pada kerja, perkusi pekak, Batuk produktif atau tidak, nafas pendek, riwayat TBC/terpajan pada individu terinfeks, Bunyi nafas tidak normal dan dispnea.  Pasien mengeluh sesak nafas, Kelemahan, upaya batuk buruk. Edema tracheal/faringeal. RR 30 x/mnt.

  1. C (circulation)

Takhikardia, tidak nampak sianosis  pada ujung-ujung jari, CRT < 2 dtk, Na: 105x mnt. TD; 120/80 mmHg.

  1. D (disability)

Tidak ada kecacatan.

  1. E (Exprosure)

Pasien sadar, GCS; E4V5M6

  1. F (Five intervention)
  2. NGT

Tidak terpasang NGT

  1. ECG monitor

Tidak terpasang.

  1. Kateter

Tidak terpasang

  1. Pulse oksimetri

Tidak terpasang

  1. Laboratorium

BTA Positif.

  1. G (Get vital sign and confort measure)

Tanda-tanda vital:

TD                  :    120/80 mmHg

Nadi               :    105 x/menit

RR                 :    30 x/mnt

S                     :    37 0C

  1. H (History and Head to Toe)

1)            History

  1. a)S (sign symtoms)

Pasien terkena inkeksi bakteri tuberculosis.

  1. b)A (Alergies)

Tidak ada riwayat alergi obat dan makanan

  1. c)M (Medication)

Pemberian Oksigen dan obat, obat Isoniazid 300 mg PO, Rifampisin 600 mg PO.

  1. d)P (Post medical History)

Keluarga mengatakan, pasien mengalami batuk selama 1 bulan tetapi belum pernah berobat

  1. e)L (Last Oral Intake)

Pasien telah makan pagi sebelum berangkat ke rumah sakit.

  1. f)E (Event leading indury or illness)
  2. g)Nyeri dada meningkat karena batuk berulang.

2)            Pengkajian head to toe

  1. a)pernafasan

Jalan nafas pasien ada sedikit sumbatan oleh mucus/dahak. karakteristik sputum (hijau,/purulen, mukoid kuning atau bercak darah), Sekret kental/darah,  batuk berdahak. Peningkatan frekuensi pernapasan, pengembangan pernapasan tidak simetris, takhipnu/dispnea pada kerja, perkusi pekak, Batuk produktif atau tidak, nafas pendek,. Edema tracheal/faringeal. RR 30 x/mnt.

  1. Inpect posterior

Tidak ada kelainan tulang belakang

 

Baca juag: