KH Said Aqil: Seandainya Menterinya NU Pun Saya Lawan

KH Said Aqil: Seandainya Menterinya NU Pun Saya Lawan

KH Said Aqil Seandainya Menterinya NU Pun Saya Lawan
KH Said Aqil Seandainya Menterinya NU Pun Saya Lawan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengakui pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan salam dari seluruh kiai di Indonesia yang menolak rencana kebijakan lima hari sekolah (Full Day School).

Said berharap, kebijakan Full Day School

yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dibatalkan Presiden Jokowi. Menurutnya, soal penolakan Full Day School bukan masalah perbedaan pendapat antara NU dan Muhammadiyah.

‎”Seandainya menterinya NU pun saya lawan. Saya tantang seandainya menteri NU. Ini bukan NU Muhammadiyah,” ujar Said di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa

Said mengklaim, Presiden Jokowi sepakat

dengan bahwa kebijakan itu perlu dikaji ulang. Sikap Jokowi ini juga dianggapnya sama dengan sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sudah ditemuinya beberapa waktu lalu.

“Saya ini bisa dagang juga kalau pulang sekolah mampir ke toko ayah, bantu-bantu, lahir jiwa dagang. Anak-anak petani pulang ke sawah, kalau nggak ke madrasah ke sawah,” tutur Said menirukan JK.

“Kalau alasannya anak-anak supaya menikmati wisata

bersama orangtuanya, itu orang kaya, hari sabtu (wisata). Kalau anaknya Pak Madrais, nyangkul kalau sabtu,” imbuh dia.

Said berharap kebijakan tersebut tidak dipaksakan untuk diterapkan. Terkait, Full Day school yang sudah diterapkan di sejumlah sekolah, pihaknya tidak melarang. Hanya saja nanti kebijakan itu bersifat opsional.

“Ya tinggal menyiapkan mengajar pagi-pagi sejam itu ya dihitung kerja dong. Sebelum mengajar kan ada persiapan, dihitung satu jam dong. Nanti pas 40 jam,” tandasnya.
(kri)

 

Baca Juga :