Kemdikbud Permasalahkan Sebutan Full Day School

Kemdikbud Permasalahkan Sebutan Full Day School

Kemdikbud Permasalahkan Sebutan Full Day School
Kemdikbud Permasalahkan Sebutan Full Day School

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) enggan kebijakan lima hari sekolah dengan waktu

delapan jam belajar, yang menjadi polemik akhir-akhir ini disebut dengan julukan full day school‎.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud, Ari Santoso pun mempermasalahkan sebutan full day school yang ramai diperbincangkan oleh seluruh kalangan. Padahal, kata dia, tidak ada kata-kata full day school dalam Permendikbud tersebut.

“Tahun lalu sangat beda yang dimasalahkan full day school. Memang bentuk kata-kata full day school,

menjadi anak anak disandera. Padahal di Permen enggak ada satupun kata-kata full day,” ungkap Ari dalam Diskusi SindotrijayaFM, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

Ari justru menyebut dalam Permendikbud tersebut yang dibahas adalah penguatan pendidikan karakter terkait lima hari dengan waktu delapan‎ jam belajar. “Iya karena yang ada penguatan pendidikan karakter,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana memberlakukan aturan lima

hari sekolah terhitung mulai tahun ajaran baru 2017/2018 pada Juli 2017.

Mendikbud Muhadjir Effendy di Istana Negara telah menyampaikan bahwa aturan tersebut telah terbit per 9 Juni 2017.

Selain itu, telah terbit pula PP Nomor 19/2017 tentang Beban Tugas Guru, dengan beban mengajar tatap muka minimal dari 24 jam dalam sepekan menjadi 40 jam. Menurut Muhadjir, acuan tersebut mengacu pada standar kerja aparatur sipil negara (ASN).

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21233/fungsi-sitoplasma