KELANJUTAN PERJANJIAN GIYANTI

KELANJUTAN PERJANJIAN GIYANTI

KELANJUTAN PERJANJIAN GIYANTI

Setelah Perjanjian Giyanti sudah ditandatangani

Pangeran Mangkubumi pun mendapatkan apa yang ia inginkan, yakni setengah wilayah Mataram. Hal ini pun yang kemudian memunculkan kerajaan baru bernama Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi lalu mendeklarasikan diri sebagai raja.

Pangeran Mangkubumi memiliki gelar Sri Sultan Hamengkubuwana I setelah adanya perjanjian Giyanti.. Dengan adanya perjanjian Giyanti, maka riwayat Kerajaan Mataram Islam telah berakhir, baik secara de facto maupun de jure.

Mimpi-mimpi sebelumnya dalam menyatukan tanah Jawa di bawah satu pemerintahan besar dan adidaya seperti misalnya kerajaan Majapahit di masa silam telah musnah. Hal ini tidak lain dan tidak bukan hanya gara-gara nafsu berkuasa, ditambah peran VOC yang jeli memanfaatkan situasi memberikan tawaran-tawaran kepada yang ambisius.

Kemudian, pihak Kerajaan Mataram pun kembali pecah. Hal ini mendorong Raden Mas Said akhirnya mengurusi jatah untuk mendirikan Kadipaten Mangkunegaran yang ada di Surakarta.

Kemudian, Kasultanan Yogyakarta juga harus merelakan sebagian wilayahnya yang ada kepada Pangeran Natakusuma, salah satu putra Hamengkubuwana I atau adik tiri Hamengkubuwana II. Pembagian ini pun membuat lahirnya satu kerajaan baru lagi yang memiliki nama Kadipaten Pakualaman.


Baca Juga :