Kawin kontrak (نكاح المتعة)

Kawin kontrak (نكاح المتعة)Kawin kontrak (نكاح المتعة)

Yaitu seseorang menikah dengan jangka waktu yang ditentukan, hal ini tidak diperbolehkan karena telah menghapus terhadap tujuan utama dari adanya pernikahan terssebut. Serta adanya hadits shahih yang menjelaskan dilarangnya kawin kontrak yaitu:

ان عليا رضي الله عنه قال لإبن عباس قال ان رسول الله صلى الله عليه وسلم نهي عن المتعة وعن لحوم الخمر الأهلية يوم خيبر (صحيح البخاري)

Sesungguhnya Ali R.a. berkata pada ibn Abbas, ia berkata bahwasanya ketika perang khaibar Rasulullah SAW. Telah melarang nikah mut’ah dan juga daging khimar.

ü  Mengawini orang yang sedang berihram (نكاح المحرم)[8]

Yaitu seseorang memulai perkawinan dalam keadaan ihram haji atau umrah baik siami, istri ataupun wali, jika hanya menjalankan rujuk pada saat ihram maka pernikahannya tetap sah karena itu bukan merupakan awal dari pernikahan. Sebagaimana sabda Nabi:

لاينكح المحرم ولاينكح

Seseorang yang sedang ihran tidak boleh menikahkan dan dinikahkan.

ü  Mengawini orang yang sedang masa iddah dan yang sedang hamil

(نكاح المعتدة والمستبرأة)[9]

Yaitu seseorang menikah dengan permpuan yang dalam keadaan iddah atau budak yang dimerdekakan akan tetapi tidak jelas kemerdekaannya, hal ini dilarang karena termasuk perbuatan zina.

ü  Mengawini orang yang sedang ragu dalam masa iddah sebab hamil

(نكاح المرتابة في العدة بالحمل)[10]

Yaitu seseorang menikah denga perempuan yang ragu dengan kehamilannya sebelum tuntasnya masa iddah.

ü  Menikahi perempuan kafir selain ahli kitab (نكاح الكافرة غير الكتابية)

Hal ini tidak diperbolehkan karena firman Allah Al-Qur’an surat

Al-Baqarah 221

POS-POS TERBARU