JENIS DAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM (ANALISIS PERKEMBANGAN KURIKULUM)

JENIS DAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM (ANALISIS PERKEMBANGAN KURIKULUM)

JENIS DAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM (ANALISIS PERKEMBANGAN KURIKULUM)
JENIS DAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM (ANALISIS PERKEMBANGAN KURIKULUM)

Pendahuluan

Menelaah aneka jenis dan bidang kajian pendidikan Islam dengan sudut pandang perkembangan kurikulum sangatlah urgen. Hal ini nantinya bisa menampilkan gambaran tentang proses adaptasi pendidikan Islam dengan kondisi masyarakat yang heterogen. Dari sini diharapkan bisa mengambil ibrah jika itu baik dan mengoreksi jika itu kurang baik, sehingga format pendidikan islam senantiasa memiliki daya tawar dalam perkembangan zaman.

A. Pendekatan Analisis

Dalam mengkaji aneka jenis dan bidang kajian pendidikan Islam hal yang perlu di telaah adalah perkembangan kurikulumnya. Meminjam istilah pendidikan secara umum, proses untuk mewujudkan perkembangan kurikulum tersebut dinamakan pengembangan kurikulum yang berarti satu istilah yang digunakan ahli pendidikan dalam rangka perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum itu sendiri terjadi karena adanya perubahan kehidupan, perkembagan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan di bidang yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Dari pengertian di atas dalam proses pengembangan kurikulum tentunya akan dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Siapa yang akan terlibat dalam proses penyusunan kurikulum?
2. Langkah2 apa yang akan digunakan dalam penyusunan kurikulum ?
3. Jika ada personal yang akan bekerja dalam pengembangan kurikulum, bagaimana orang-orang yang terlibat tersebut akan diorganisasikan?
Dari tiga pertanyaan tersebut pengembangan kurikulum dalam pendidikan Islam akan dapat di telaah secara komprehensif.

1. Model AnalisisUntuk menjawab tiga pertanyaan di atas dapat ditampilkan berbagai model pengembangan kurikulum. Salah satu yang sangat populer adalah yang disampaikan oleh Posner. Hal tersebut dapat dirangkum dalam empat pertanyaan kunci yaitu:
*Yang bersifat prosedural: langkah-langkah apa yang harus dilalui saat merencanakan kurikulum?:
*Yang bersifat deskriptif, apa yang biasa dilakukan para profesional pendidikan diwaktu itu saat merencanakan kurikulum?
*Yang bersifat konseptual: Apa komponen-komponen dalam perencanaan kurikulum tersebut dan bagaimana komponen-komponen tersebut saling berinteraksi?
*Yang berfokus pada pengguna: Kepentingan siapakah yang akan terlayani oleh kurikulum tersebut?
b. Pendidikan Islam Dan Perkembangan Kurikulumnya
Sejara garis besar dari empat sifat tersebut untuk mengkaji perkembangan kurikulum pendidikan Islam akan melahirkan model kurikulum tertentu.

1. Model Pengembangan Prosedural

Menjawab pertanyaan pertama terdapat empat poin yang dapat ditampilkan yaitu :

a. Tujuan Utama

Pendidikan Islam pada masa awal hanya membina pribadi muslim agar menjadi kader-kader Islam, berkembang pada pembinaan aspek-aspek kemanusiaan sebagai hamba Allah swt. yang bertanggung jawab atas pemeliharan alam semesta. Ini ditandai dengan pendidikan tauhid, akhlak, amal ibadah, kehidupan sosial kemasyarakatan dan keagamaan, ekonomi, kesehatan bahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Perkembangan proses pendidikan ini dilanjutkan dengan pembentukan lembaga pengajaran baca tulis yang disebut kuttab, yang nantinya berkembang pula menjadi Madrasah.

b. Pengalaman Belajar

Dari awal perkembangannya pendidikan Islam yang dimulai dari dar al-Arqam hingga mencapai Madrasah terdapat konsistensi dari berbagai segi sehingga pendidikan Islam senantiasa mengalami perkembangan yang signifikan.

c. Penyusunan Efektifitas Pengalaman Belajar

dari pengalaman-pengalaman belajr baik yang bermula dari sembunyi-sembunyi di masa Nabi sampai dengan lembaga formal berupa Madrasah pengelolaan pembelajaran semakin efektif ini dilihat dari berbagai segi baik berupa media, metode dan materi.

d. Evaluasi

Evaluasi yang dilakukan memang sangat sederhana namun evaluasi yang berupa teguran langsung mengindikasikan pembelajaran yang tidak terikat dengan waktu dan tempat.

2. Model Pengembangan Kurikulum secara Deskrptif

Menururt Walker ada tiga elemen untuk menjawab ini:
A. keyakinan, nilai dan segi politis yang mendasari kurikulum tersebut. Secara umum visi dan misi pendidikan Islam di masa awal adalah memperbaiki moralitas. Jadi secara umum materi yang disampaikan adalah aturan dan konsepsi mengenai perbaikan moral. Ini berkembang seiring perkembangan Islam yang merambah pada keheterogenan kultur masyarakat. Sehingga visi dan misi ini berkembang dengan tetap berdasar pada al-Qur’an dan al-Hadist.

B. Perancangan kurikulum

Yaitu dilakukannya penentuan keputusan, merancang pilihan alternatif untuk di pilih yang terbaik keseluruhan di masa awal berpusat kepada Nabi saw. setelah masa khulafaur Rasyidin hal ini dilakukan secara musyawarah. Setelah masa khulafaur Rasyidin formatnya lebih berkembang sehingga tersusun rapi yang berupa madrasah.

C. Pertimbangan mengenai keputusan yang sulit

Perancangan kurikulum di masa awal telah mendapat kesepakatan di karenakan figur Nabi yang memback up langsung. Sedang di masa setelah khulafaur Rasyidin banyak pertentangan pendapat mengenai kesepakatan dalam perencanaan kurikulum sehingga kebijakan-kebijakan yang muncul sering kali berbeda-beda dari masa-masa terpengaruh dengan aspek-aspek lain.

D. Model Pengembangan Kurikulum Konseptual

Dalam hal ini perkembangan kurikulum pendidikan Islam terpengaruhi faktor-faktor lingkungan, waktu, organisasi, sumber daya dan ekonomi serta budaya. Hal ini mengadakan penyesuan dengan perkembangan kultur masyarakat yang tentunya mengarah kepada kebutuhan bermasyarakat yang kompleks. Sehingga kebutuhan akan kurikuluM senantiasa menjadi agendauntuk selalu direvisi menyesuaikan dengan perkembangan masyarakata yang ada.

E. Model Kurikulum Berfokus Pengguna

Di sini dapat ditinjau dari perspektif kritis bahwa kurikulum yang ada dalam pendidikan Islam bukan melulu melibatkan hal yang teknis tetapi juga bersifat politis dan ideologis. Ini ditandai antara lain:
Para tokoh agama membantu masyarakat di sekitar institusi pendidikan untuk menentukan tema umum apa yang menurut mereka penting, misal budaya , bahasa dan keterbelakangan.
Dari berbagai tema yang dipilih para tokoh tersebut dibantu oleh volunter dari masyarakat sekitar, dengan melalui dialog yang kooperatif dalam menentukan sumber belajar apa yang digunakan.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/