Jambi

Jambi

Jambi

Jambi merupakan sebuah wilayah agraris yang terletak dipesisir timur bagian tengah Pulau Sumatra. Jambi termasuk salah satu daerah yang diduga berasal dari suku bangsa Melayu, yaitu kerajaan Melayu yang terletak di Batang Hari. Sebagai wilayah agraris Jambi memiliki matapencaharian yang khas dalam sistem pertaniannya. Dimana masyarakat Jambi memiliki ladang dan sawah sebagai media bertani mereka.

Dalam melakukan bercocok tanam berladang, masyarakat Jambi mengklasifikasikan dua jenis tanah yang bisa dijadikan lahan untuk dijadikan ladang, yaitu umo renah dan umo malang. Umo renah adalah ladang yang cukup luas yang terbentang pada sebidang tanah yang subur dan rata. Tanah tersebut biasanya terdapat di pinggir sungai dan lereng bukit yang datar. Ladang ini biasanya ditanami oleh padi dengan melubangi tanah dengan cara ditugal. Sedangkan umo talang, yaitu ladang yang dibuat orang di dalam hutan belukar yang letaknya jauh dari pedesaan dan biasanya ditanami padi dan tanaman pendukung disekitarnya.

Kemudian untuk bersawahnya sendiri, orang Jambi menerapkan sistem yang hampir sama dengan masyarakat Indonesia lainnya. Dimana, masyarakat Jambi memiliki tiga model sawah, yaitu :

  1. Sawah payau adalah sawah yang dibuat di atas sebidang tanah yang secara alamiah telah mendapat air dari suatu sumber air, atau tanahnya sendiri telah mengandung air.
  2. Sawah tadah hujan yaitu sebidang tanah kering yang diolah dengan mempergunakan cangkul atau bajak yang diberi galangan atau pematang, kemudian pengairannya sangat tergantung pada hujan.
  3. Sawah irigasi merupakan sawah sejenis tanah sawah yang digarap dengan sistem irigasi, namun tanah diolah dengan cara memakai sumber air dari mata air atau sungai.

Dalam mengolah pertaniannya, masyarakat Jambi menggunakan cara tradisional, seperti penggunaan kincir air sebagai sistem pengairan dan peralatan seperti cangkul, sabit, parang serta bajak kerbau. Kincir air dianggap tepat karena di Jambi banyak terdapat sungai dengan air yang deras. Kincir tersebut merupakan sebuah alat dari kayu dan dipola seperti kipas, berbentuk bulat dimana bagian tengahnya diberi tuas sebagai poros sehingga dapat berputar ketika kincir menganai air.

  1. a)Sejarah Sistem Pertanian dengan Irigasi di Jambi

Pada mulanya para petani Jambi akan membuat atau memperbaiki parit sebagai saluran air untuk mengairi sawahnya. Air parit berasal dari mata air atau dari sungai. Namun, apabila tidak ada mata air atau sungai sedang kering, maka masyarakat Jambi pun terpaksa mengalirkan air melalui air sungai yang ditampung kemudian dialirkan dengan menggunakan kincir air.