Implikasi Teori Dan Praktik Akuntansi Dalam Laporan Keuangan

Implikasi Teori Dan Praktik Akuntansi Dalam Laporan Keuangan

Implikasi Teori Dan Praktik Akuntansi Dalam Laporan Keuangan
Implikasi Teori Dan Praktik Akuntansi Dalam Laporan Keuangan

Salah satu produk dari teori dan praktik akuntansi adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan catatan-catatan atau gambaran keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan inilah yang sijadikan sumber informasi bagi para investor dalam mengambil keputusan bisnis. Dengan demikian peran akuntansi adalah menjadi sumber informasi utama bagi pihak manajemen dalam mengelola perusahaan, dan bagi investor dalam memilih investasi.

Ekonomika dan Perusahaan Kapitalistik

Sebagaimana diketahui, bahwa ilmu ekonomi yang diajarkan selama ini alah ilmu kapitalistik. Dalam kenyataanya ilmu ekonomi kapitalistik cenderung melihat persoalan dari sudut pandang pemilik kapital belaka. Menurut Baswir, bahwa hal itu dapat dibuktikan dengan melihat postulat, asumsi, dan prinsip ekonomi, dengan penjelasan sebagai berikut.

Postulat Ilmu Ekonomi. Postulat ilmu ekonomi kapitalistik antara lain mengajarkan agar manusia mengabaikan ada atau tidak adanya Tuhan Yang Maha Esa. Jika demikian, akibat secara tidak langsung adalah ilmu ekonomi kapitalistik juga mengajarkan untuk mengabaikan ada atau tidak adanya akhirat.

Asumsi Ilmu Ekonomi. Asumsi ilmu ekonomi kapitalistik adalah mengajarkan manusia untuk hidup egois, serakah, dan rasional. Sebagaimana dinyatakan oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations, bahwa: bila seorang pelayan restoran bersikap ramah kepada anda, hal itu bukan berarti ia seorang yang baik hati, melainkan hanya sekedar untuk mengeruk uang dari kantong anda.

Prinsip Ilmu Ekonomi. Dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu yang diinginkan. Maka pada dasarnya ilmu kapitalistik mengajarkan kepada kita untuk mengejar laba material yang sebanyak-banyaknya.

Pengaruh prinsip ekonomi kapitalistik tampak sangat jelas dalam tujuan perusahaan kapitalistik. Namun dalam kenyataanya yang bertujuan mencari laba itu hanyalah para pemilik kapital.

Sejarah telah mencatat, bahwa negara-negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalsitik membuktikan terjadinya konflik antara para pemilik modal dengan buruh. Catatan searah lainnya adalah bahwa revolusi kaum buruh telah melahirkan bentuk negara-negara baru, yaitu negara komunis (walau sudah mulai berguguran).

Akuntansi Kapitalistik

Sesuai dengan bentuk dan sistem ekonomi yang diterapkan dan dikembangkan di negara-negara barat, maka sistem perusahaan dan akuntansinya pun tentu tidak dapat dipisahkan dari kaidah atau prinsip yang ada dalam sistem tersebut.

Wujud akhir dari proses akuntansi dalam suatu perusahaan  adalah penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan ini pada akhirnya ditujukan kepada para pemakai laporan akuntansi, terutama adalah bagi para pemilik modal perusahaan. Laba atau rugi yang tercantum dalam laporan keuangan tersebut adalah laba atau rugi para pemilik modal perusahaan.

Baswir  menggambarkan posisi laporan pendapatan dari suatu perusahaan yang mengikuti sisitem akuntansi kapitalistik, sebagai berikut:

            Laporan Laba Rugi Perusahaan XX

            Penjualan Bersih                                                                                 XXX

            Harga Pokok Produksi                                                XXX

                        Biaya bahan baku                                            XXX

                        Biaya tenaga kerja langsung                           XXX

                        Biaya overhead produksi                                XXX               (XXX)

            Laba kotor                                                                                           XXX

            Biaya penjualan                                                                                   XXX

            Biaya adminitrasi dan umum                                                              ( XXX)

            Laba bersih                                                                                          XXX

Lebih lanjut Baswir menganalisi, bila kenyataan sebagaimana yang tampak dalam lporan pendapatan, ternyata ilmu ekonomi kapitalistik memang mengajarkan buruh hanyalah bagian dari faktor produksi. Jika demikian adanya maka produk akuntansi barat akan terus menimbulkan konflik yang berkepanjangan antara buruh dengan pemilik modal.

Implikasi Akuntansi dalam Proses Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan adalah suatu proses yang terjadi dalam kegiatan manajemen. Pengambilan akuntansi akan akurat jika didasarkan pada kelengkapan informasi atau pengetahuan yang diperlukan yang menyangkut berbagai aspek masalah yang akan diputuskan.

Proses pengambilan keputusan dalam ilmu pengetahuan harus dilakukan memalui beberapa tahap, yaitu:

  1. Mengidentifikasi persoalan dengan cara membandingkan keinginan dengan kejadain yang sebenarnya.
  2. Memasukan persoalan utama.
  3. Merinci persoalan.
  4. Merumuskan berbagai alternatif pemecahan.
  5. Memutuskan pilihan terbaik.
  6. Melaksanakan keputusan.
  7. Memonitor dan menindaklanjuti.

Pada setiap tahap pengambilan keputusan keberadaan informasi mempunyai peranan penting, baik mulai dari proses pengidentifikasan persoalan, mencari alternatif pemecahan persoalan, maupun memonitor pelakasanaan keputusan yang diterapkan. Apabila proses tersebut dikaitkan dengan operasionalisasi suatu perusahaan, informasi akuntansi inilah yang akan sangat dibutuhkan.

Proses pengambilan keputusan akuntansi, adalah tidak jauh berbeda dengan proses pengolahan data sebagaimana tersebut diatas. Sebab transaksi perdagangan akan dicatat melalui proses akuntansi yang pada akhirnya untuk menemukan kondisi laporan keuangan.

Laporan Keuangan

Hasil akhir dari proses akuntansi adalah laporan keuangan (financial statement). Laporan keuangan merupakan wujud jasa dari proses akuntan. Laporan keungan inilah yang menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan atau sebagai laporan pertanggungjawaban manajemen atas pengelolaan perusahaan.

Sebagaimana telah disampaikan diatas, bahwa jenis laporan keuangan ini sebenarnya banyak, namun menurut Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, laporan keuangan mencakup:

  1. Neraca
  2. Perhitunga Laba Rugi
  3. Laporan Arus Kas
  4. Laporan Pendukung
  5. Catatan atas Laporan Keuangan

Sesuai dengan rangkaian antara akuntansi dengan laporan keuangan, maka isi atau elemen laporan keuangan menurut Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No 6 adalah berupa:

  1. Harta atau aktiva (Asset)
  2. Kewajiban atau Utang (Liabilities)
  3. Ekuitas atau modal Pemilik (Owner’s Equity )
  4. Pendapatan (Revenues), Laba (Gain)
  5. Biaya (Expenses), dan Rugi (Losses)

Dengan demikian laporan keuangan adalah media bagi manajemen untuk menggambarkan kondisi keuangan perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi perusahaan.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/09/sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi-dan-rasul-beserta-artinya.html