Ilmu Fiqh

Table of Contents

   Ilmu Fiqh

Ilmu Fiqh pada zaman ini juga mencatat sejarah penting, dimana para tokoh yang disebut sebagai empat imam mazhab fiqh hidup pada era tersebut, yaitu Abu Hanifah (w.150 H), Malik ibn Anas (w.179 H), Al Shafi’I (w.204 H), dan Ahmad ibn Hanbal (w.241 H).dari sini memunculkan dua aliran yang berbeda dalam metode pengambilan hukum, yaitu ahli Hadits dan ahli ra`yi. Ahli hadits dalam pengambilan hukum, metode yang dipakai adalah mengutamakan hadits-hadits nabi sebagai rujukan dalam istinbat al ahkam.Pemuka aliran ini adalah Imam Malik dengan pengikutnya, pengikut imam Syafi’I, pengikut Sufyan, dan pengikut Imam Hanbali.Sedangkan ahli ra’yi adalah aliran yang memepergunakan akal dan fikiran dalam menggali hukum.Pemuka aliran ini adalah Abu Hanifah dan teman-temannya fuqaha dari Iraq.

  1. Ilmu Tasawuf

Ilmu tasawuf yaitu ilmu syariat. Inti ajarannya ialah tekun beribadah dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, meninggalkan atau menjauhkan diri dari kesenangan dan perhiasan dunia.[16] Dalam sejarahnya sebelum muncul aliran Tasawuf, terlebih dulu muncul aliran Zuhud. Aliran ini muncul pada akhir abad I dan permulaan abad II H, sebagai reaksi terhadap hidup mewah khalifah dan keluarga serta pembesar-pembesar Negara sebagai akibat kejayaan yang diperoleh setelah Islam meluas ke Syria, mesir, Mesopotamia, dan Persia. Aliran zuhud mulai nyata kelihatan di kufah. Sedangkan dibasrah sebagai kota yang tenggelam atas kemewahan, aliran zuhud mengambil corak yang lebih ekstrim. Zahid yang terkenal disini adalah Hasan al Bisri dan Rabi’ah al Adawiyah.

Bersamaan dengan lahirnya ilmu tasawuf muncul pula ahli-ahli dan ulama-ulamanya, antara lain adalah al Qusyairy (w.465 H), kitab beliau yang terkenal adalah ar risalatul Qusy Airiyah; Syahabuddari, yaitu abu Hafas Umar ibn Muhammad Syahabuddari Sahrowardy (w.632 H), kitab karangannya adalah Awwariffu Ma’arif; Imam Ghazali (w.502 H), kitab karangannya antara lain : al Basith, Maqasidul, Falsafah, al Manqizu Minad Dhalal, Ihya Ulumuddin, Bidayatul Hidayah, Jawahirul Qur’an, dan lainsebagainya.

  1. Ilmu Bahasa

Pada masa bani Abbasiyah, ilmu bahasa tumbuh dan berkembang dengan suburnya, karena bahasa Arab semakin dewasa dan menjadi bahasa internasional. Ilmu bahasa memerlukan suatu ilmu yang menyeluruh, yang dimaksud ilmu bahasa adalah: nahwu, sharaf, ma’ani, bayan, bad’arudh, qamus, dan insya’.Di antara ulama yang termasyhur adalah : 1) Sibawaih (w.153 H), 2) Muaz al Harro (w.187 H), mula-mula membuat tashrif, 3) Al Kasai (w.190 H), pengarang kitab tata bahasa, 4) Abu Usman al Maziny (w.249 H), karangannya banyak tentang nahwu.

baca juga :