Identifikasi dan Rumusan Masalah

Identifikasi dan Rumusan Masalah

                Organisasi perencanaan pembangunan daerah dibentuk dengan tujuan yang pokok yaitu menyusun rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah dan tahunan. Karena itu sangat diperlukan kemampuan atau keahlian dari aparatur perencana pembangunan daerah dalam mengelola organisasi tersebut.

                        Demikian juga halnya dengan proses perencanaan pembangunan daerah, perencana selaku SDM perencanaan merupakan faktor utama yang menggerakkan pelaksanaan perencanaan. Dengan cukup tersedianya tenaga perencana pembangunan daerah akan sangat mendukung terhadap perencanaan pembangunan daerah. Akan tetapi yang menjadi sorotan adalah apakah tenaga perencana ini cukup tersedia di daerah ?

                        Kekurangan tenaga perencana di daerah menjadi problema karena perencanaan pembangunan mensyaratkan pengetahuan yang mendalam tentang proses pembuatannya, juga dibutuhkan wawasan yang tidak terbatas pada teori saja melainkan persepsinya harus menjangkau berbagai kenyataan yang ada di lapangan. Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Riyadi (2004 : 25) bahwa setiap perencana pembangunan daerah dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan luas yang jauh ke depan serta harus memiliki kemampuan yang bersifat multidisipliner dan intersektoral.

                        Memang tidak dapat disanggah bahwa pengetahuan yang sifatnya teoritikal sangat penting, sebab dengan pengetahuan ini, kemampuan penalaran yang bersangkutan dianggap telah berkembang sedemikian rupa sehingga berbagai kemampuan intelektualnya dapat dituangkan secara jelas, dan rumusan rencana yang jelas pula. Akan tetapi dalam profesionalisme dibutuhkan pengalaman operasionalisme sehingga para perencana tersebut dapat memadukan teori dan kenyataan.

               Faktor kedua yang mempengaruhi terhadap keberhasilan organisasi perencanaan pembangunan daerah di dalam perencanaan pembangunan daerahnya adalah faktor sistem informasi. Tanpa tersedianya bahan yang menjadi rujukan untuk perencanaan pembangunan akan sulit bagi organisasi untuk merumuskan tujuan yang hendak dicapai yang tertuang dalam rencana.

                        Dari latar belakang permasalahan dan identifikasi permasalahan diatas, dapatlah disusun rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu :

  1. Bagaimana gambaran pendidikan aparatur perencana pembangunan daerah di Kabupaten Ngawi ?
  2. Bagaimana gambaran sistem informasi dalam perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Ngawi ?
  3. Sejauhmana pengaruh pendidikan aparatur perencana pembangunan daerah dan sistem informasi secara simultan maupun parsial terhadap efektivitas organisasi perencanaan pembangunan daerah ?
  4. Variabel  manakah   diantara  variabel   pendidikan   aparatur   perencana

pembangunan daerah dan sistem informasi yang mempunyai kontribusi     dominan terhadap efektivitas organisasi perencanaan pembangunan daerah?

1.3 Tujuan Penelitian

            Dari perumusan masalah di atas, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Untuk mendeskripsikan pendidikan aparatur perencana pembangunan daerah dan sistem informasi di Kabupaten Ngawi.
  2. Untuk menguji pengaruh secara simultan maupun parsial antara pendidikan aparatur perencana pembangunan daerah dan sistem informasi terhadap efektivitas organisasi perencanaan pembangunan daerah.
  3.    Untuk menjelaskan faktor yang berpengaruh dominan terhadap efektivitas organisasi perencanaan pembangunan daerah.

sumber :
https://conversion-guides.com/seva-mobil-bekas/