dentif kasi Permasalahan

dentif kasi Permasalahan

Identifikasi permasalahan lingkungan di Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu dimulai dari perubahan tata guna lahan,  gangguan  fungsi  hidrologis  DAS,  perubahan  rezim  aliran,   perubahan  kualitas  air  permukaan, permasalahan air tanah, baik kualitas maupun kuantitas, dan permasalahan lainnya. Erosi merupakan salah satu masalah yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu wilayah, terutama berkaitan dengan pengembangan pertanian. Erosi dibagian hulu yang secara topografis memiliki lereng dan kemiringan sungai relatif terjal, akan mengikis tebing sungai sehingga bisa menimbulkan longsor dan merusak lahan masyarakat sekitarnya. Erosi lahan juga akan merusak tingkat kesuburan, karena bagian lahan yang tererosi biasanya adalah top soil yang merupakan lahan subur. Material longsoran bisa terbawa arus sungai dan pada begian hilir yang landai akan terjadi pengendapan sehingga mengurangi kapasitas sungai dan menimbulkan banjir pada saat musim hujan. Apabila dihilir ada Bendung dan jaringan irigasi, sedimentasi akan terjadi juga di jaringan irigasi dan dapat mengancam stabilitas pemanfaatan irigasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat erosi lahan oleh air diantaranya adalah faktor iklim, jenis tanah (soil), vegetasi, dan topografi. Faktor iklim dan topografi diluar kemampuan manusia untuk mengontrolnya, kecuali kemiringan  lereng  masih  memungkinkan  untuk  dikontrol  secara  terbatas.  Faktor  iklim  yang  berpengaruh terhadap erosi adalah curah hujan, temperatur, angin, kelembaban udara dan radiasi matahari. Hubungan antara karakteristik curah hujan, air limpasan, dan tanah masih sangat kompleks untuk dianalisis. Pengaruh yang besar dari vegetasi untuk mengurangi tingkat erosi lahan, terutama berkaitan dengan: (i) adanya intersepsi pada daun sehingga menahan energi air hujan dan mengurangi runoff, (ii) dapat mengurangi kecepatan aliran runoff, (iii) menahan pergerakan butiran tanah, (iv) memperbaiki porositas tanah dengan akar dan humus, (v) meningkatkan aktivitas biologi pada tanah, (vi) meningkatkan kapasitas tampungan air pada lahan.

Dari  beberapa  sumber  menyebutkan  bahwa  kondisi  DAS  Sungai  Citarum  hulu  tingkat  erosi  yang  terjadi khususnya  di  daerah  hulu  sungai  kondisi  saat  ini  masuk  dalam  kategori  sangat  kritis,  berikut  gambaran mengenai tingkatan erosi yang ada di wilayah DAS Sungai Citarum Hulu.

 

2.2 Permasalahan

Fenomena yang terjadi di DAS Citarum Hulu pada saat ini adalah ketika musim kemarau terjadi kekeringan, dan sebaliknya pada musim hujan terjadi banjir disertai dengan buruknya kualitas air. Terganggunya fungsi hidrologis di DAS Citarum ini karena banyaknya konversi lahan yang kurang sesuai, berikut beberapa permasalahan yang terjadi di wilayah daerah aliran sungai citarum hulu :

  • Kemiringan dan kekritisan lahan maka peruntukan lahan umumnya lebih cocok untuk konservasi dari pada lahan pertanian
  • Penyempitan lahan konservasi ini dikarenakan sedikitnya lahan untuk budidaya pertanianmengingat persentase angka kepemilikan lahan oleh masyarakat kecil sekali.
  • Perkembangan penduduk sudah tidak seimbang dengan daya dukung lahan yang tersedia hal ini dikarenakan angka kelahiran sudah tidak terkontrol.
  • Teknikpengolahan tanah yang salah. Masyarakatmenerapkan pola budidaya yang tidak sesuai kaidah konservasi
  • Tingginyalimbah pertanian dan peternakan karena tidak adanya pengolahan limbah yang memadai yang menyebabkan kesehatan lingkungan dan masyarakat terancam.

sumbe r:

https://bingo.co.id/strike-team-hydra-6-apk/