Believe that one person can make a difference

Believe that one person can make a difference

Believe that one person can make a difference
Believe that one person can make a difference

Personal achiever percaya bahwa mereka mengendalikan hidup mereka sendiri, bukan dikendalikan oleh orang lain atau oleh sesuatu yang lain melebihi pengaruhnya. Bisa disebut bahwa mereka memiliki locus control internal. Mereka merencanakan tujuan dan bekerja keras untuk mencapai tujuan itu, dengan begitu maka kerja keras mereka akan terbayarkan, karena mereka percaya bahwa satu orang dapat membuat perbedaan.

Sebaliknya, orang dengan locus control external percaya bahwa nasib yang mengendalikan mereka dan juga keadaan sekitar adalah diluar kendalinya (dengan orang yang posisinya kuat seperti bos atau pekerja pemerintahan, atau faktor keberuntungan). Orang seperti ini tidak suka bekerja keras dan suka membuang waktu. Kepercayaan ini menghambat kemauan untuk mencapai sesuatu, mendapatkan inisiatif pribadi, merencanakan dan untuk berkomitmen kepada organisasi, serta mendorong pendekatan karakteristik yang dimiliki personal achiever.

Belief that work should be guided by personal goals, not those of others

Personal achiever adalah seseorang yang individualistik. Dalam kehidupan nyata, mereka lebih memilih untuk bekerja bebas dari atasan-atasan yang menyuruh mereka apa yang harus dikerjakan. Organisasi profesional menetapkan standar ideal dan rekan-rekan yang memaksakan aksinya. Banyak personal achiever menemukan kebebasan seperti ini di dalam usahanya.

Mereka percaya bahwa pekerjaan yang sangat bagus adalah ketika seseorang menetapkan sendiri tujuannya, berusaha untuk menyelesaikan tujuan selama mereka mampu, dan berusaha sekuat mungkin untuk merencanakan dan mencapai hasil. Dan tidak menyukai orang serta hal-hal yang mengganggu dan membatasi kebebasan pribadi, misalnya nasib dari agen pemerintahan, karyawan bank peminjaman, satuan buruh, pengusaha kapitalis, dan karyawan dari perusahaan yang melahirkan usaha-usaha baru.

Dengan kata lain, personal achiever menghindari partisipasi dari aktivitas grup yang mungkin menekan mereka saat membuat keputusan. Dalam situasi kerja yang ideal sangat memungkinkan untuk mengidentifikasi siapa yang melakukan pekerjaan dan siapa yang seharusnya mendapatkan upah dari pekerjaan itu. Pendekatan partisipatif, pembuatan keputusan grup dan penguasaan karyawan, mungkin baik bagi yang lain namun tidak bagi seorang personal achiever.