Ayam Kampung

Ayam Kampung

            Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan telah tersebar diseluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat indonesia, ayam kampung sudah bukan hal yang asing. Untuk  membedakannya, kini dikenal dengan istilah ayam buras (singkatan dari “Ayam Bukan Ras”).

Keunggulan dan kelemahan ayam kampung adalah sebagai berikut:

  1. Keunggulan:

1) Ayam kampung yang dilepas bebas biasanya memiliki tingkat kekebalan tubuh yang tinggi dan menghemat biaya makanan.

2) Umumnya ayam cukup diberi makan pagi hari saat akan dilepas berupa sisa-sisa makanan dan tambahan bekatul secukupnya.

3) Selebihnya ayam dianggap dapat mencari makan sendiri disekitar rumah.

  1. Kelemahan

1) Kelemahannya diantaranya yaitu ayam lambat untuk berkembang biak lebih banyak, karena tingkat kematian pada anak ayam relatif lebih tinggi. Waktu mengasuh terlalau lama yang berarti mengurangi produktifitas.

2) Kendali akan keberadaan ayam kurang, sehingga kemungkingan dimangsa predator maupun hilang lebih tinggi. Cara pemeliharaan ini kurang produktif (Anwar,2011:17-18)

2.2 Sifat Kualitatif

            Usaha identifikasi dan karakterisasi jenis-jenis Ayam Kampung penting dilakukan. Hal ini mengingat kegunaannya untuk keperluan koleksi plasma nutfah Indonesia dan membantu dalam program pemuliaan. Identifikasi dan karakterisasi dapat dilakukan terutama pada ciri-ciri fenotipik, baik secara kualitatif (warna bulu, kulit, shank (metatarsus), paruh, pial atau pun bentuk jengger) maupun secara kuantitatif dalam bentuk morfometrik komponen utama (panjang shank, tibia, femur, sternum dan panjang sayap). Identifikasi fenotipik secara deskriptif diperlukan untuk mengetahui ciri khas tampilan atau performans Ayam Kampung. Hal ini ditujukan untuk memudahkan dalam pembedaan secara visual antara ayam kampung yang satu dengan Ayam Kampung yang lainnya (Sartika 2007).

sumber :
https://www.ram.co.id/gb-whatsapp-apk/