Al-Shalunat Al- Adabiyah (sanggar sastra)

Al-Shalunat Al- Adabiyah (sanggar sastra)

Al-Shalunat Al- Adabiyah (sanggar sastra)

Secara harfiyah dapat diartikan

sebagai tempat untuk melakukan kegiatan pertunjukan pembacaan dan pengkajian sastra, atau sebagi sanggar atau budaya, seperti taman Ismail Marzuki di Jakarta. Sanggar sastra ini mulai tumbuh pada zaman pemerintahan bani Umaiyah, kemudian semakin berkembang dan diperkaya pada zaman bani Abbas. Selain itu sanggar sastra pada mulanya merupakan perkembangan dari balai pertemuan para Khalifah; para Khalifah dalam Islam banyak brurusan dengan aktifitas keduniaan dalam hubungannya dengan urusan keagamaan, atas dasar ini, maka dipndang perlu adanya persyaratan ilmiah yang memungkinkan bagi berlangsungnya kegiatan ijtihat dalam pengambilan keputusan.

Dalam perkembangan selanjutnya majelis al- ilmi yang dikembangkan oleh Khulafaul-Rasyidin tersebut berkaitan dengan upanya memajukan peradaban dan upanya penyebarluaskan Ilmu pengetahuan. Namun disamping itu terdapat sejumlah perbedaan yang spesifik antara mejelis Al-Ilmi dan sanggar sastar.

Pada majelis Al-Ilmi setiap orang memiliki kebebasan yang penuh untuk berkumpul di masjid atau meninggalkannya kapan saja, sesuai dengan tujuannya. Ditempat itu, seorang Khalifah dipangil dengan sebutan atau gelar yang orisional, seperti:”Yaa Amir al-Mu’minin”.Seorang Khalifah duduk diatas sajadah dengan keadaan tawadlu, atau diatas tikar, dan terkadang duduk di atas lantai.

Adapun sanggar sastra terkadang dilengkapi dengan peraturan yang berkenaan dengan orang yang hadir, yang terdiri dari orang-orang yang tertentu dan para tamu asing yang ditentukan oleh Khalifah, yang antara lain terdiri dari para pejabat tinggi yang mengabdi pada kekuasaan. Dengan demikian, sanggar sastra tersebut dibangun sedemikian rupa. Para ahli sastra seperti Ibn Abd, Rabbih, Al-Muqrih, dan Al-Maqriziy pernah diundang kesanggar sastra. Dengan demikian, sanggar sastra tidak dapat dikunjungi oleh setiap orang yang menghendaki, melainkan diperuntukkan bagi orang-orang dari lapisan masyarakat tertentu.


Baca Juga :