ABS-SBK Diwujudkan Melalui Pelatihan Shalat Khusyu’ dan Pembinaan Adat

ABS-SBK Diwujudkan Melalui Pelatihan Shalat Khusyu’ dan Pembinaan Adat

ABS-SBK Diwujudkan Melalui Pelatihan Shalat Khusyu’ dan Pembinaan Adat
ABS-SBK Diwujudkan Melalui Pelatihan Shalat Khusyu’ dan Pembinaan Adat

Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabulllah tidak lagi hanya sebatas jargon yang selalu disebut-sebut pada sambutan di berbagai acara seremonial belaka, tanpa ada implemetasi untuk mewujudkannya di Sumatera Barat khususnya Tanah Datar Luhak Nan Tuo.

Inilah yang dilakukan pemerintah Kabupaten Tanah Datar di berbagai tingkatan dan pemerintah nagari

Sawah Tangah Kecamatan Pariangan termasuk yang responsif melaksanakannya, dengan mengadakan pelatihan shalat khusyu’ dan pembinaan adat bagi masyarakat setempat.

Walinagari Sawah Tangah Elita Darmawan menyampaikan kegiatan ini dibiayai melalui APB Nagari ini dan mengikutkan 214 peserta dari berbagai tingkatan, saat memberi kata sambutan pada pembukaan acara di Masjid Ridha Sawah Tangah, Jum’at (7/10/2016).

Peserta terdiri berbagai tingkatan, siswa SD kelas 4 s/d 6, siswa SMP, siswa SMA dan masyarakat umum. “Untuk siswa sekolah tidak terbatas hanya yang bersekolah di Pariangan tetapi yang penting anak nagari Pariangan walaupun sekolah di kecamatan lain,” jelas Elita.

Lebih lanjut Elita jelaskan, melalui kegiatan yang dilaksanakan hingga Minggu (9/10) ini, pemerintah nagari

menginginkan nilai-nilai agama dan adat menjadi hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Di tengah-tengah derasnya arus globalisasi dan informasi yang begitu deras, dekadensi moral dan akhlak generasi muda menjadi taruhannya, untuk itu dipilihnya pelatihan shalat khusyu menjadi materi karena shalat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar dan generasi muda juga perlu dibekali pengetahuan adat salingka nagari,” ulas Elita.

Bupati Irdinansyah Tarmizi di kesempatan itu memberi apresiasi tinggi atas upaya Walinagari Sawah Tangah Elita mendukung apa yang telah menjadi visi dan misi bupati dan wakil bupati, “mewujudkan masyarakat yang madani, sejahtera , berbudaya dalam nilai-nilai ABS-SBK”.

“Pelatihan shalat khusyu’ dan pembinaan adat merupakan pilihan yang tepat diangkat terutama untuk generasi muda sebagai penerus bangsa ini,” ucap bupati.

Shalat sebagai ibadah utama dalam ajaran Islam jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh bisa

menjauhkan yang mengerjakannya dari perbuatan keji dan mungkar. “Peserta akan ditunjukkan bagaimana shalat yang baik itu, shalat yang khusyu’ membuat seorang hamba serasa berkomunikasi langsung dengan sang Khaliq, itu nikmat yang tiada tara,” tuturnya.

“Generasi muda perlu juga dikenalkan adat salingka nagari, mereka harus mengenal suku, mamak, kaumnya serta nilai-nilai budaya Minangkabau dan kearifan lokal, paham adat dan budaya membuat generasi muda tahu menempatkan diri dan memperlakukan orang lain sebagaimana seharusnya,” tambah Irdinansyah.

 

Baca Juga :