9 SD Negeri di Kota Mojokerto Kekurangan Murid

9 SD Negeri di Kota Mojokerto Kekurangan Murid

9 SD Negeri di Kota Mojokerto Kekurangan Murid
9 SD Negeri di Kota Mojokerto Kekurangan Murid

Sedikitnya ada sembilan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Mojokerto yang kekurangan siswa dalam Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 ini.

Dinas Pendidikan Kota Mojokerto berupaya menyisir siswa usia sekolah agar bisa bersekolah di Kota Mojokerto.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, PPDB tingkat SD di Kota Mojokerto

sudah berjalan kondusif sesuai arahan Permendikbud. “Yakni siswa zonasi di hari pertama akan menerima siswa dengan umur 7 tahun dan warga sekitar,” ungkapnya, Selasa (16/7/2019).

Di hari kedua PPDB, menerima siswa dari tingkat kelurahan, hari kedua tingkat kecamatan dan hari keempat dari luar kota. Sampai saat ini, lanjut Amin, ada sembilan SD di Kota Mojokerto yang masih kekurangan siswa sehingga Kepala Sekolah diinstruksikan untuk berusaha menyisir.

“Kami intruksikan kepada Kepala Sekolah untuk menyisir siswa mana yang anak usia sekolah tapi belum sekolah. Yakni lintas zona, siswa dari Kabupaten Mojokerto dan Jombang dipersilahkan. Insya Allah kami terus berusaha agar siswa tercukupi bangkunya,” katanya.

Menurutnya, kekurangan siswa di sembilan SD di Kota Mojokerto tersebut seperti di SDN Mentikan VI,

Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon karena berada di Lingkungan Balong Cangkring (BC). Seperti diketahui BC merupakan bekas lokalisasi.

“Kita akan komunikasi dengan tokoh masyarakat di BC. Sedang di SDN Jagalan karena lokasinya, kita sudah pikirkan dan sudah berdiskusi dengan Pak Wakil Walikota apakah perlu marger sekolah. Yakni SD di Kauman, mulai Jalan Brawijaya sampai Kauman ada 6 sekolah,” katanya.

Menurutnya, banyaknya sekolah di kawasan tersebut dinilai tidak efektif sehingga perlu di marger. Pihaknya

tidak hanya memikirkan SD dan SMP Negeri saja tapi juga SD dan SMP swasta. Selama satu bulan kedepan sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar mencari siswa untuk memenuhi kekurangan siswa.

“Kedua, jika tiga tahun berturut-turut tidak terpenuhi pagu maka akan dilakukan marger. Mentikan VI tahun kemarin dapat 24 siswa, tidak tahu kok tahun sekarang dapat 9 siswa. Kita kumpulkan Kepala Sekolahnya, mudah-mudahan ada upaya progresif,” ujarnya.

Jangan sampai, tegas Amin, ada anak sekolah tidak sekolah. Seperti PPDB tingkat SMP, pihaknya juga menyisir dan di gelombang kedua ada 196 siswa dan tambahan 27 siswa. Peran Kepala Sekolah di jenjang sebelumnya yakni SD sangat penting.

 

Baca Juga :