3 Kesalahan Dekorasi

Masih ingatkah Anda bagaimana membuat rumah Anda terasa nyaman dan sehat? Apakah Anda ingin menciptakan suasana rumahan seperti tempat perlindungan dengan ketenangan pikiran, keamanan dan ketenangan sekaligus melindungi diri Anda dari tekanan kehidupan sehari-hari? Itulah tujuan sebenarnya dari rumah dan tujuan sebenarnya dari tempat tinggal tersebut.

Rumah harus dapat memberikan perlindungan dari kehidupan dan tekanan kerja yang dapat meningkatkan tingkat stres Anda hingga tidak dapat lagi ditoleransi. Rumah harus menjadi tempat yang santai dan nyaman.

Ketika stres datang, Anda mungkin tidak cukup kebal untuk menghindarinya, atau Anda juga tidak kebal. Penangkal terbaik untuk stres adalah iman dan kredibilitas, kata Roma Irama. Tapi apa pendapat desainer interior?

Jawabannya pulanglah dan temukan suasana yang tenang dan damai.

Anda sangat perlu mendesain dan mendekorasi lingkungan rumah anda agar dapat memberikan dampak positif dan kekuatan yang besar dalam mengatasi efek stress dan stress kehidupan sehari-hari.

Dekorasi rumah dapat berdampak signifikan pada suasana hati dan suasana hati Anda, baik itu ke arah yang lebih positif, memberikan suasana santai, atau sebaliknya, yang ada. Ini berdampak buruk pada beban dan stres.

Mengingat sebagian besar waktu Anda dihabiskan di luar rumah, seperti di kantor atau kantor, keberadaan tempat tinggal haruslah tenang dan nyaman setelah hari yang melelahkan dengan aktivitas luar ruangan tersebut. Harus dirancang.

Mengutip Elle Decor, beberapa kesalahan desain interior bisa jadi termasuk bahaya besar yang konon menjadi penyebab lonjakan tingkat stres. Upaya dan upaya Anda untuk menemukan kedamaian dan kenyamanan di rumah Anda segera dikompromikan oleh beberapa kesalahan desain dan dekorasi yang Anda gunakan.

Beberapa saran dan rekomendasi dari para ahli dan ahli berikut, desainer interior dan dekorator harus benar-benar diperhitungkan. Sebaiknya Anda mengetahui dengan pasti kesalahan dekorasi apa yang menyebabkan stres.

Beberapa pilihan dekoratif yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya sebenarnya dapat meningkatkan stres dan tingkat kelelahan.

Rumah yang seharusnya menjadi penangkal stres dan malaise itu tiba-tiba lenyap karena kesalahan dekorasi.

Berikut tiga kesalahan dekoratif yang dapat menyebabkan stres:

Terlalu banyak aksesori dan elemen dekoratif

Kesalahan dekorasi yang paling banyak melanggar adalah hal-hal sederhana seperti menambahkan terlalu banyak bantal pada sofa atau tempat tidur.

Jika Anda terlalu sering menggunakan dekorasi dan elemen dekoratif seperti itu, rumah Anda akan terlihat seperti ruang pameran.

Studi yang dilakukan oleh UCLA mengungkapkan. Menambahkan terlalu banyak elemen dekoratif pada ruangan dapat membingungkan desain dan meningkatkan hormon stres. Reaksi tubuh terhadap hal ini seperti makan berlebihan atau insomnia.

Desain keren lainnya: Jasa Arsitek Lampung

Gunakan terlalu banyak pola

Bukan soal gaya maksimal, tapi salah satu kesalahan dekorasi adalah terlalu banyak pola yang dipajang dalam satu ruangan.

Gaya interiornya, yang sangat kontras dengan minimalis, lebih maksimal dan biasanya menampilkan banyak pola, terutama warna. Ini agak mirip dengan gaya Bohemian atau Bohemian. Dan dikatakan bahwa konsep desain dengan banyak pola dan warna adalah salah. Ia adalah seorang pemicu stres, juga dikenal sebagai sumber stres.

Namun, ini tidak berarti bahwa kekuatan maksimum akan menjadi “tabu”. Itu semua tergantung selera dan kebiasaan.

Menggunakan terlalu banyak pola saat mendekorasi ruangan bisa sangat menyulitkan untuk menciptakan suasana santai.

Para ahli merekomendasikan Hukum Emas, dan yang paling penting adalah “aturan 3: 60-30-10” dari desain interior. Salah satu pola adalah pola utama yang digunakan dan menempati sekitar 60% ruang. Pola kedua dengan ruang 30% dan pola ketiga dengan ruang 10%.

Artinya, Anda perlu berhati-hati saat menentukan pola / pola apa yang akan digunakan sebagai elemen dekoratif untuk menciptakan suasana ruangan yang nyaman.

Jika Anda ingin mencampur banyak pola, pastikan satu pola mendominasi presentasi, seperti aturan ketiga aturan tersebut.

Namun bukan berarti harus ada pola di setiap sudut ruangan. “Rule 3” hanyalah aturan untuk membuka jalan bagi suasana ruangan yang tenang dan sehat.

Pilihan warna ruangan salah

Telah dibuktikan secara ilmiah bahwa pilihan warna tertentu dapat meningkatkan ketenangan.

Dalam psikologi warna, tidak hanya rasa dan karakter yang tercermin pada warna, tetapi juga suasana dan nuansa ruangan. Pemilihan warna sangat erat kaitannya dengan suasana tenang dan nyaman.

Pilih dengan hati-hati saat memutuskan warna mana yang akan digunakan di kamar Anda, terutama di area kamar tidur.

Percaya atau tidak, pemilihan warna ruangan berdampak langsung dan berdampak pada sistem kesehatan tubuh Anda, baik secara fisik maupun mental.

Berdasarkan survei tahun 1932 yang dikutip oleh politisi rumah sehat, warna tidak harus benar-benar terlihat efektif. Emisi gelombang cahaya berwarna dapat secara langsung mempengaruhi sistem endokrin dalam tubuh.